Bisnis Modal Kecil Pembuatan Otak Otak Tetap Eksis di Tengah Pandemi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Otak otak, kuliner berbahan ikan, tepung dan bumbu penyedap dengan modal kecil menjadi salah satu andalan masyarakat di Kalianda, Lampung Selatan. Bermodalkan kurang lebih Rp500.000 untuk alat pemanggang, bahan baku ikan, daun dagangan ini masih bisa eksis meski di tengah pandemi.

Epson Cahyadi dan Elin, suami istri di Kalianda Bawah menyebut otak otak dibuat dari bahan ikan seperti tenggiri, kiter, kuniran dan kakap dicampur tepung dan bumbu penyedap. Setelah dibuat menjadi adonan lalu dibakar dan disantap memakai bumbu kacang.

“Kami memproduksi otak otak dengan sistem frozen food yang dikemas dalam wadah beku sehingga bisa diolah selanjutnya oleh pemesan dengan cara digoreng atau dipanggang. Sebagian konsumen lokal minta dibuatkan otak otak langsung dipanggang,” terang Epson Cahyadi saat ditemui Cendana News, Selasa (23/3/2021).

Mengandalkan bahan baku yang mudah diperoleh salah satunya daun pisang, produksi otak otak berjalan setiap hari. Ia kerap menyiapkan bahan ikan giling minimal 5 hingga 10 kilogram sesuai pesanan. Satu kemasan otak otak dari produsen dijual seharga Rp1.000 per bungkus. Pada level pengecer lengkap dengan bumbu kacang dijual Rp2.500 per bungkus.

Pesanan dari konsumen sebutnya kerap dilakukan minimal dua hari sebelum dikirim. Khusus untuk pesanan luar daerah otak otak hanya dibuat dalam kondisi mentah. Sebab setelah dikemas dengan daun pisang otak otak bisa diolah dengan cara disate, dikukus, dipanggang, digoreng. Pesanan dari luar daerah kerap mencapai nilai Rp500.000 hingga Rp1juta sekali pengiriman.

“Pesanan kerap dari kerabat yang tidak bisa pulang kampung dan ingin menjual kembali otak otak di Jakarta,” terang Epson Cahyadi.

Epson Cahyadi bersama istri, Elin memproduksi otak otak berbahan ikan laut perairan Kalianda sebagai usaha rumahan kala pandemi Covid-19, Selasa (23/3/2021). Foto: Henk Widi

Meski hanya butuh modal kecil, Elin menyebut usaha miliknya tetap berjalan. Memanfaatkan ketekunan dengan pencampuran bahan yang pas menghasilkan otak otak dengan kualitas rasa lezat. Kualitas rasa otak otak sebutnya akan lezat saat dominasi rasa ikan terasa di lidah.

“Pelanggan menjadi salah satu kunci usaha pembuatan otak otak berjalan lancar,” cetusnya.

Elin menyebut meski ada peogram Banpres usaha mikro kecil dan menengah ia tidak bisa mengaksesnya. Meski demikian ia tidak berkecil hati sebab modal, peralatan usaha masih tetap bisa diperoleh dengan hasil tabungan sendiri.

Lukman, salah satu pedagang ikan di pasar higienis Kalianda bilang produk dari ikan sangat diminati. Ikan segar yang dijual mulai harga Rp15.000 hingga Rp100.000 per kilogram kerap dijadikan bahan kuliner.

Ikan yang dibeli sebagian oleh Lukman dijual dalam bentuk giling. Perkilogram ikan giling sesuai bahan dijual mulai harga Rp30.000 hingga Rp75.000. Ikan giling menjadi bahan baku bagi sektor usaha kerupuk, pempek, otak otak. Permintaan yang stabil ikan segar dan ikan giling membuat mata rantai usaha perikanan tetap lancar.

Lihat juga...