BMKG Prakirakan Sebagian Wilayah Aceh Diguyur Hujan dan Angin Kencang

BANDA ACEH — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar memperkirakan cuaca di sebagian wilayah Aceh bakal diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar Zakaria Ahmad di Banda Aceh, Selasa, mengatakan peringatan dini itu dikeluarkan mengingat adanya potensi curah hujan intensitas sedang hingga tinggi, yang potensial mengakibatkan bencana hidrometeorologi.

“Potensi curah hujan sedang hingga hujan lebat dan berdampak banjir di wilayah bantaran sungai atau dataran rendah, daerah hilir serta tanah longsor untuk dataran tinggi,” kata Zakaria.

Ia menyebutkan daerah yang berpotensi curah hujan sedang hingga tinggi meliputi Kabupaten Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, Nagan Raya, dan Kota Subulussalam.

“Peringatan dini cuaca yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas tinggi ini termasuk dalam kategori tiga. Artinya pada katagori ini pesawat bisa ditunda atau dibatalkan sementara penerbangannya,” katanya.

Oleh sebab itu, BMKG mengimbau masyarakat agar selalu siaga terhadap bencana hidrometeorologi, terutama waspada potensi banjir untuk daerah aliran sungai, daerah hamparan datar yang luas seperti persawahan yang merendam tanaman petani.

“Bisa juga banjir genangan di perkotaan, banjir di wilayah hilir dan bahkan bisa terjadi banjir bandang serta potensi tanah longsor. Begitu juga kami imbau bahaya angin kencang dan sambaran petir pada cuaca seperti ini,” ujarnya.

Sebelumnya, data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menunjukkan bahwa banjir menjadi bencana paling dominan terjadi di Aceh selama Januari 2021, yang tercatat 29 kali kejadian dari total 79 kali bencana pada bulan itu.

Selanjutnya pada Februari 2021, BPBA melaporkan bahwa kebakaran menjadi bencana paling dominan di daerah Tanah Rencong itu, meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 37 kali serta kebakaran pemukiman 29 kali. Hal itu dipicu potensi curah hujan di Aceh mulai berkurang sejak medio Februari lalu.

“Kebakaran pemukiman ini menghanguskan 37 unit rumah dan 11 ruko atau warung serta mengakibatkan 80 orang pengungsi dengan total prediksi kerugian mencapai Rp10 miliar,” kata Kepala Pelaksana BPBA Ilyas. [Ant]

Lihat juga...