Buah Durian Bikin Es Cendol Makin Menggugah Selera

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Es cendol bisa dijumpai di banyak daerah. Namun di setiap daerah, es cendol tampil dalam beragan varian berbeda sesuai kreativitas penjualnya. Di Bandar Lampung, seorang pedagang mengkreasikan es cendol dengan tambahan buah durian, kenangka dan cincau, sehingga makin menggugah selera di saat terik matahari.

Nova Utari, warga jalan Ratu Dibalau, Tanjung Senang, Bandar Lampung, mengataan, minuman cendol dikenal sebagai minuman tradisional di Jawa Barat. Disajikan dengan santan dan saus gula merah, di Jawa Tengah menu cendol disebut dawet. Untuk memenuhi selera kekinian, ia berkreasi dengan menambahkan buah durian. Saat musim durian di Lampung, menyeruput cendol menjadi lebih nikmat ditambah buah durian.

“Saya sudah satu tahun berjualan es cendol durian dengan pangsa pasar mahasiswa dan pelajar. Namun terkendala pandemi Covid-19, minuman banyak diminati pekerja kantoran, pekerja yang ingin mengobati rasa dahaga,” terang Nova Utari, saat ditemui Cendana News, Sabtu (6/3/2021).

Nova Utari, pedagang es cendol durian meracik sejumlah bahan untuk disajikan dalam gelas di Jalan Ratu Dibalau, Tanjung Senang, Bandar Lampung, Sabtu (6/3/2021). -Foto: Henk Widi

Nova Utari mengaku dibantu sang suami berjualan es cendol durian di lokasi strategis. Berlokasi di tepi jalan penghubung antara Jalan Lintas Sumatra dan pintu masuk Jalan Tol Trans Sumatra, ia bisa menarik banyak pelanggan. Sebagai minuman tradisional yang akrab dengan lidah masyarakat, varian rasa cendol menjadi daya tarik. Tanpa harus membeli durian utuh, konsumen tetap bisa menikmati rasa durian.

Ia menjelaskan, cendol umumnya dibuat dari tepung beras, kanji dan sagu. Saat ini, tepung kemasan jenis hunkwee lebih mudah diperoleh untuk bahan baku cendol. Ia memilih mengolah tepung beras yang diadon dengan mudah. Bahan tepung dituang air, perasan daun suji dan daun pandan, lalu dimasak. Proses memasak adonan dilakukan dengan cara diaduk, agar matang merata.

Selanjutnya, bahan cendol akan berwarna hijau dan didinginkan. Agar cepat dingin, ia memberikan es batu dalam adonan usai dimasak. Saat cendol mengental, lakukan proses pencetakan dengan alat seperti saringa berlubang. Adonan ditekan dengan saringan dan dijatuhkan dalam baskom yang diberi es batu. Penggunaan es batu akan mempercepat penggumpalan cendol berbentuk bulat panjang.

“Cendol saya buat dengan daun suji dan daun pandan untuk menghadirkan warna hijau dan aroma wangi alami,” bebernya.

Setelah cendol jadi, ia menyimpannya dalam toples, lalu disimpan dalam lemari pendingin. Bahan lain yang penting disiapkan berupa saus gula merah. Ia mempergunakan jenis gula kelapa yang diiris, lalu direbus. Tambahan kecap manis dengan takaran tepat akan menciptakan warna hitam dan coklat alami. Berikan tambahan vanili agar aroma lebih wangi.

Bahan lain yang disiapkan berupa santan kelapa. Ia memilih membeli santan dalam bentuk jadi atau parutan kelapa. Parutan kelapa akan diperas dengan saringan untuk menghasilkan kuah warna putih. Tambahan santan kelapa dalam menu cendol, akan menciptakan sensasi rasa gurih. Gurih pada santan makin lezat dengan tambahan sedikit garam.

“Bahan cincau saya beli dalam kondisi jadi, jenis cincau hitam yang disediakan pedagang di pasar,”ujarnya.

Setelah semua bahan siap, ia akan memasukkan dalam wadah. Semua bahan disiapkan terpisah dan diracik saat ada konsumen. Prosesnya dengan penyiapan dua sendok cendol warna hijau, potongan buah nangka, dua sendok cincau dan daging buah durian. Selanjutnya, tuangkan susu kental manis, kuah gula merah dan santan kelapa. Semua adonan tersebut disiram dengan es serut, lalu gelas atau cup ditutup.

Konsumen kerap didominasi warga yang membeli untuk dibawa pulang. Dua varian es cendol durian dibedakan dengan isian atau topping nangka dan cincau. Es cendol durian dengan tambahan isian cincau dan nangka matang dibandrol Rp8.000 per cup. Varian es cendol durian dengan isian lengkap cincau, buah nangka dibandrol Rp10.000. Pembelian dilayani dengan memakai uang tunai dan aplikasi dompet digital berbasis QR Code.

Harjono, warga Tanjung Senang, salah satu pelanggan, mengaku kerap membeli es cendol durian untuk pelepas dahaga. Saat cuaca panas terik, ia dan rekan kantor di salah satu lembaga pemerintah memilih menu es cendol durian.

Saat musim durian, ia tetap bisa merasakan sajian berbahan buah beraroma manis tersebut. Dipadukan dengan cendol dan buah nangka, aroma wangi kuah santan dan daun pandan menggugah selera.

“Saya juga kerap membelikan anak dan istri minuman es cendol durian, karena menyegarkan dan alami,” sebutnya.

Christeva, salah satu pelajar sekolah memilih minuman es cendol durian karena bentuknya menarik dan unik. Bisa dinikmati dalam gelas saat kondisi cuaca kota Bandar Lampung terik, ia bisa mengobati dahaga.

Penyajian praktis dalam bentuk gelas tertutup memudahkan ia meminumnya dalam perjalanan. Cukup membayar Rp8.000, ia bisa menikmati minuman menyegarkan sekaligus mengenyangkan.

Lihat juga...