Budi Daya Anggur di Lahan Terbatas, Raup Untung Puluhan Juta

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Ketertarikan mendalam pada tanaman hijau telah membuka peluang penghasilan bagi Andrew Ramanda, warga Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dia pun menjual bibit aneka anggur impor yang dibudidayakan di lahan terbatas.

“Budi daya anggur di atas lahan 8×10 meter saya beri nama ‘Toekang Anggoer’. Alhamdulillah hasil memuaskan cukup diminati pecinta tanaman buah,” ungkap Andrew kepada Cendana News, Selasa (23/3/2021).

Hobi bercocok tanam sebenarnya baru dilakoninya sejak tiga tahun terakhir. Awalnya, Andrew mengaku, mencoba hidroponik dengan menanam aneka jenis sayuran seperti kangkung dan bayam. Tapi hasilnya tidak maksimal hingga dia memutuskan mencoba budi daya pohon buah.

“Awalnya, pohon tin, saya budi dayakan tapi harganya tidak stabil. Harga bibit turun, beli awal Rp15 ribu dijual hanya Rp40 ribuan. Artinya gagal, hingga akhirnya ada teman menginformasikan agar mencoba budi daya anggur karena memiliki harga stabil. Awalnya nggak yakin apa bisa berbuah,” kisah Andrew.

Ia pun kemudian mencoba budi daya anggur. Awalnya, diakuinya, mencoba membeli bibit anggur jenis Jupiter setelah empat bulan sukses berhasil berbuah. Hal lain ia pun terus mencari informasi soal budi daya anggur dengan bergabung  komunitas untuk mencari ilmu.

Tidak sampai setahun kerja keras dan kecintaan pada budi daya anggur pun menghasilkan laba. Setiap bibit anggur yang dibudidayakan di media sosial untuk ditawarkan, menarik peminat.

Harganya pun terbilang ‘wah’. Bibit saja mencapai Rp25 ribu untuk jenis anggur tertentu. Harga lebih tinggi jika disesuaikan dengan kondisi umur.

“Kalau harga anggur di pot yang sudah berbuah harganya lebih tinggi. Mulai dari Rp500 ribu jika umur sudah tiga bulan di pot ukuran 5×5 CM. Harga lebih tinggi di angka Rp4,5 juta jika buahnya sudah mencapai 20 dompolan,” jelas Andrew.

Saat ini Andrew mengaku, memiliki 20 jenis varian anggur yang didatangkan dari berbagai tempat untuk dibudi dayakan di lahan terbatas dekat rumahnya.

Ia mengaku sebulan bisa meraup laba Rp10 jutaan dari penjualan bibir anggur. Pelanggannya berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang pesan secara online. Biasanya beli dalam jumlah besar minimal 20 pohon anggur.

Namun demikian jelasnya, banyak pembeli dari Jabodetabek untuk tanaman di taman pekarangan rumah. Untuk Jabodetabek, biasanya beli bibit yang sudah berbuah.

“Baru-baru ini ada pengusaha properti di Jakarta beli 30 bibit anggur aneka jenis dan semua sudah berbuah. Harganya mulai dari Rp1,8 juta hingga tertinggi Rp4,5 juta,” jelasnya.

Diakuinya, bisnis pembibitan jenis buah anggur masih menjanjikan terutama anggur impor jenis baru. Selain harganya stabil, varian anggur juga terus berinovasi dengan buah yang eksotis. Seperti hijau, merah, ukurannya pun ada yang besar, lonjong, dan lancip.

“Penghasilan sebenarnya tidak menentu. Namanya juga jualan, tapi bisnis bibit anggur sampai sekarang masih terus menjanjikan. Apalagi saat tanaman sudah berbuah datang pengusaha dan memborong,” tandas Andrew.

Roni, pelanggan asal Jatimekar, mengaku, tertarik dengan tanaman anggur. Ia mengaku, ke tempat usaha budi daya ‘Toekang Anggoer’ untuk membeli beberapa bibit anggur jenis Jupiter dan Indiana.

“Di sini banyak pilihan jenis buah anggur, tapi saya beli bibit yang belum berbuah saja. Biar merasakan dari nol perawatannya,” jelas dia.

Lihat juga...