Budi Daya Lidah Buaya Mudah dan Menjanjikan

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Budi daya lidah buaya sudah ditekuni Katmirah sejak lima tahun lalu, dengan memanfaatkan halaman rumahnya. Perawatan tanaman ini juga sangat mudah, yang terpenting cukup air dan sinar matahari.

Menurutnya, lidah buaya yang dikenal dengan nama latin ‘Aloe Vera’ ini adalah jenis tanaman yang digemari oleh banyak orang. Selain sekadar untuk hiasan rumah, juga memiliki segudang manfaat bagi kesehatan.

“Saya sudah lima tahun budi daya lidah buaya. Awalnya hobi saja karena khasiatnya bagus untuk kesehatan. Coba tanam satu bibit,  bertumbuh banyak anakan, lalu dipindahkan dalam plastik,” ujar Katmirah, ditemui di rumahnya di jalan Garuda 2, Kompleks Brigif 17, Depok, Jawa Barat, Senin (29/3/2021).

Katmirah sedang memperhatikan tanamanl lidah buaya yang dibudidayakan di halaman rumahnya di Jalan Garuda 2 Kompleks Brigif 17, Depok, Jawa Barat, Senin (29/3/2021). -Foto: Sri Sugiarti

Cara budi daya lidah buaya ini, menurutnya sangat mudah. Pertama cari anakan di sekitar pangkal tanaman. Anakan ini berukuran lebih kecil dan memiliki rangkaian akar sendiri.

Tinggi anakan lidah buaya itu minimal seperlima dari ukuran tanaman utamanya. Begitu juga dengan daunnya, minimal akaran yang sudah memiliki 4 daun.

“Biasanya, anakan melekat pada tanaman atau bibit utamanya, tapi tetap miliki rangkaian akar sendiri. Jadi, harus hati-hati saat memotong anakan dari tanaman utama,” ujar pria kelahiran Indramayu, Jawa Barat 52 tahun, ini.

Setelah memisahkan anakan  dari tanaman utama. Kembalikan tanaman lidah buaya yang lebih besar ke dalam pot. Demikian juga anakannya, ditanam dalam pot dengan lubang pembuangan air di bawahnya.

“Lidah buaya menyukai air, tetapi tidak suka dengan air yang menggenang. Jadi, jika pot tidak punyai lubang pembuangan, tanahnya akan terus terendam air. Ini bisa membuat akarnya membusuk hingga tanaman akan mati,” ungkapnya.

Faktor lainnya yang harus diperhatikan adalah menyiram dengan benar. Siram tanaman lidah buaya ini sampai tanahnya basah, tetapi tidak tergenang.

Pastikan media tanam lidah buaya benar-benar kering sebelum disiram air lagi. Karena jika terjadi penumpukan atau terlalu banyak air, daun lidah buaya dapat menguning dan mati.

“Saat musim dingin, lidah buaya cenderung tidak memerlukan banyak air. Sedangkan kalau cuaca panas dan kering, tanaman ini memerlukan cukup banyak air,” jelasnya.

Selain itu, pemberian pupuk menjadi penting untuk menyuburkan tanaman lidah buaya ini, juga untuk menghindarkan dari serangan hama, seperti kutu putih dan kutu daun.

“Pupuk kandang dan kompos itu sangat bagus. Tapi, saya juga buat pupuk sendiri berbahan merang dan serbuk dari gergaji kayu,” ujar Katmirah.

Dalam perawatan lidah buaya, sinar matahari juga menjadi hal penting. Sinar matahari memiliki peran penting dalam kesehatan tanaman lidah buaya. Idealnya, tanaman ini terpapar sinar matahari secara langsung sekitar 6-8 jam dalam sehari.

Budi daya  tanaman ini memang masih jarang dilakukan masyarakat. Padahal, menurutnya lidah buaya memiliki prospek bisnis yang baik dan kebutuhan pasar cukup besar.

Apalagi, jenis tanaman ini diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit, seperti luka bakar, diabetes, obati jerawat, kerutan di wajah, memperlancar pencernaan, jantung, bau mulut, menyuburkan rambut, dan lainnya. Sehingga, budi daya lidah buaya ini bisa menjadi peluang usaha masyarakat yang menjanjikan.

“Bagi saya, budi daya lidah buaya ini prospeknya bagus, dapat mendulang pendapatan untuk cukupi kebutuhan hidup. Sebulan itu, saya meraup untung Rp2 juta dari penjualan lidah buaya ini,” ujar Katmirah, yang berprofesi sebagai Bintara Makanan Kompi Perhubungan Brigif 17.

Pembelinya, kata dia, selain warga kompleks Brigrif 17 juga masyarakat luar yang melewati Jalan Garuda 2. Yakni, lokasi di mana dia membudidayakan lidah buaya dan memasarkannya di halaman rumahnya.

Kisaran harga, menurutnya tergantung ukuran lidah buayanya. Untuk ukuran kecil dihargai Rp5.000 per plastik, ukuran sedang Rp10.000, sedangkan yang agak besar dipatok Rp150.000.

“Alhamdulillah, setiap hari ada 5-10 orang yang beli lidah buaya. Ya, kebanyakan orang yang berkendaraan motor lewat jalan ini, liat lidah buaya, mereka berhenti dan beli,” ujarnya.

Andri, salah seorang pembeli mengaku sudah dua kali membeli lidah buaya ini untuk digunakan sebagai obat diabetes. “Saya pas lewat sini aja belinya. Saya belinya yang ukuran sedang, bukan  ditanam lagi, tapi untuk dijus sebagai obat. Khasiatnya bagus ini bisa nurunin kadar diabetes saya,” ujar Andri, kepada Cendana News ditemui di lokasi jalan itu.

Lihat juga...