Budidaya Pohon Durian di Pekarangan Rumah Sekarang Lebih Aman

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Budidaya pohon buah tropika jenis durian, jadi trend baru di Bekasi, Jawa Barat. Permintaan  bibit terus berdatangan baik untuk berkebun ataupun hanya ditanam di pekarangan rumah.

“Pohon durian sekarang sebenarnya tidak berbahaya untuk di budidaya di pekarangan, karena akarnya jenis serabut, tidak seperti pohon durian kampung zaman dulu. Apalagi sekarang pohon durian sudah sistem sambung,” jelas Bang Anduy, pemilik penyedia bibit pohon buah di Rumah Tani Cibitung, kepada Cendana News, Senin (22/3/2021).

Rumah Tani, milik Bang Andui, berlokasi di Kampung Cibitung, tepatnya di belakang Koramil Cikarang Barat, Kelurahan Telaga Asih, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Selain tempat pembesaran aneka pohon buah, petani pemula juga bisa mendapatkan edukasi soal teknik penanaman hingga ke perawatan.

Dijelaskan bahwa bibit pohon durian yang dibudidayakannya menggunakan sistem sambung, sehingga cepet berbuah. Dikatakan bahwa ada tiga jenis sistem sambung pertama sambung sisip (Okulasi), sambung pucuk dan sambung susu (Penyambungan langsung dari pohon induk).

Menurutnya bibit durian yang dikembangkan menggunakan sistem okulasi, bibit diambil dari pohon durian biasa kemudian disambung dengan pohon durian pilihan yang telah berbuah. Sehingga ada jaminan hasilnya lebih cepet berbuah tidak menunggu waktu lama.

“Dari bibit tinggi satu meter atau lebih, hanya memerlukan waktu 2 hingga 3 tahun untuk berbuah,” ungkap Bang Andui.

Lebih lanjut diakuinya, untuk pembibitan dia memikiki tempat sendiri yakni di wilayah Majalengka. Di Bekasi hanya pembesaran dan penjualan. Namun demikian saat ini, diakuinya mulai melakukan pengembangan ke wilayah jonggol untuk lokasi pembesaran, mengingat lokasi masih luas.

“Pohon durian memiliki beragam jenis, tapi di Bekasi banyak diminati durian jenis Montong dan bawor asli Silangan Banyumas. Durian bawor dan Montong sebenarnya sama, hanya penyebutan saja karena bawor silangan dari Montong,” tukasnya.

Selain pohon durian, pohon mangga juga cukup diminati. Menurut Sandui, pohon mangga banyak diminati emak-emak, terutama untuk jenis import seperti jenis Mahatir. Harganya pun lebih murah dibanding pohon durian.

“Untuk pohon durian, harganya kisaran di Rp200-250 ribu. Sebenarnya tergantung umur juga, pohon mangga paling Rp60 ribuan untuk beberapa jenis,” jelas Andui mengaku bahwa pohon durian memiliki peminat fanatik.

Dia menambahkan bahwa pohon Durian itu sendiri memiliki prinsip bisa hidup di dataran rendah, minimal tanah merah. Karena ada beberapa lokasi di wilayah Bekasi tidak cocok untuk ditumbuhi pohon durian. Ia mencontohkan seperti di wilayah Utara Bekasi.

“Jangan khawatir menanam pohon di Pekarangan rumah sendiri, harus dipahami bahwa pohon durian sekarang jenis akarnya serabut jadi tidak berbahaya. Apalagi sekarang durian hasil okulasi tidak akan mengganggu rumah walaupun dekat tembok. Kata saya malah yang bahaya itu seperti mangga, pisang akarnya bisa mengangkat pondasi,” ujarnya.

Lihat juga...