Cara Mudah Budidaya Azolla Microphylla

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Azolla microphylla, menjadi sumber protein alternatif untuk pakan ikan. Tidak hanya murah, jenis tanaman paku-pakuan air ini, juga mudah untuk dibudidayakan.

Penggagas sekaligus penggiat azolla microphylla, Irwan Dermawan, saat ditemui di Urban Farming Corner (UFC) Dinas Pertanian Kota Semarang, Senin (1/3/2021). Foto Arixc Ardana

“Azolla microphylla dapat digunakan sebagai campuran pakan ikan, sehingga mampu mengurangi penggunaan pelet. Imbasnya, biaya produksi bisa ditekan hingga 70 persen,” papar penggagas sekaligus penggiat azolla microphylla, Irwan Dermawan, saat ditemui di Urban Farming Corner (UFC) Dinas Pertanian Kota Semarang, Senin (1/3/2021).

Dijelaskan, jika digunakan untuk pakan ikan lele, azolla microphylla dapat menghemat hingga 50 persen pelet. Sedangkan pada budidaya ikan nila, tumbuhan tersebut bisa menghemat hingga 70 persen.

“Ini tidak terlepas dari kandungan protein pada azolla microphylla, yang menurut pada ahli, setara dengan protein pada kedelai. Ini juga menjadi kabar baik bagi para peternak ikan, ataupun masyarakat yang memiliki hobi beternak ikan, karena dapat menghemat biaya pakan,” terangnya.

Irwan menuturkan, untuk budidaya azolla microphylla hanya dibutuhkan kolam atau wadah berisi air, sebagai habitat tanaman tersebut.

“Jika skalanya untuk usaha perikanan, memang membutuhkan kolam yang cukup besar. Namun hal tersebut, bisa diatasi dengan kolam bertingkat, karena tumbuhan ini tetap dapat hidup dengan ketinggian permukaan air sekitar 15 centimeter (cm). Sementara jika skala rumah tangga, bisa menggunakan ember atau wadah lainnya,” jelasnya.

Dalam prosesnya, budidaya azolla microphylla, dapat dilakukan dengan cara generatif menggunakan spora pada tanaman tersebut.

“Pertama siapkan wadah dulu, bisa kola atau lainnya dan diisi air setinggi 15 cm. Jangan terlalu tinggi, sebab nantinya akar tanaman terlalu jauh dari dasar kolam atau wadah, sehingga tidak bisa menyerap nutrisi yang disediakan,” terangnya.

Setelah wadah siap dan sudah diberi air, ditambahkan pupuk kandang atau SP36. Pupuk ini berfungsi sebagai penyedia nutrisi pada azolla microphylla.

“Ambil segenggam azolla microphylla yang sudah tua, remas-remas, lalu sebarkan ke atas air. Spora yang ada juga akan tersebar, dan nantinya akan muncul tanaman baru. Dalam kurun waktu 15 hari, azolla microphylla sudah siap dipanen,” lanjut pemilik peternakan ikan, Azolla Lele Semarang tersebut.

Agar ketersediaan azolla microphylla tetap terjaga, dalam proses pemanenan diusahakan hanya 25 persen dari total luasan budidaya.

“Nantinya, luasan yang kita panen tersebut, dalam kurun waktu 2-3 hari, juga sudah akan tertutup, seiring tumbuhnya azolla microphylla baru. Jadi nanti seperempat bagian lainnya kita panen lagi, begitu seterusnya,” tandasnya.

Sementara, petugas UFC Dispertan Kota Semarang, Wahyudi memaparkan, budidaya azolla microphylla juga sudah dilakukan di UFC Semarang.

“Ini menjadi percontohan bagi masyarakat yang tertarik, untuk budidaya azolla microphylla. Mereka bisa datang kemari, termasuk jika ingin mencari bibit tanaman ini, untuk dibudidayakan,” jelasnya.

Dipaparkan, kunci keberhasilan budidaya azolla microphylla terletak pada nutrisi, berupa pupuk yang diberikan, ketersediaan air dan sinar matahari. “Tiga hal ini harus tercukupi, jika tidak, maka azolla microphylla tidak dapat tumbuh secara maksimal,” terangnya.

Wahyudi memaparkan, azolla microphylla yang sehat dapat tumbuh dengan cepat. Proses pemanenan bisa dilakukan jika tumpukan tebal azolla, sudah memenuhi permukaan kolam atau wadah.

“Kita dapat mengambil sebagian azolla microphylla untuk digunakan sebagai pakan pada budidaya ikan, karena pertumbuhannya cepat, pemberian pakan dengan tanaman ini juga bisa dilakukan setiap hari. Demikian juga, kita tidak perlu lagi membeli bibit baru, karena tanaman ini terus tumbuh, anakan azolla microphylla bisa digunakan sebagai indukan bibit,” pungkasnya.

Lihat juga...