Dampak Pandemi, Kredit Macet di Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit Capai 75 Persen

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Krambilsawit Saptosari Gunungkidul diketahui mulai mengalami kesulitan dalam melakukan upaya penagihan angsuran bulanan pada anggota koperasi.

Hal itu tak lepas karena banyaknya anggota koperasi yang diketahui tak bisa membayar angsuran bulanan, terdampak pandemi Covid-19 sejak setahun terakhir.

Analisis kredit Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit, Dinda Supambodo, menyebut ada sekitar 75 persen anggota yang saat ini mengalami kredit macet. Hal itu mendorong pihak koperasi melakukan langkah penghentian proses pencairan sementara modal usaha bagi seluruh anggota.

“Ada sekitar 65-75 persen anggota koperasi yang saat ini mengalami kesulitan dalam membayar angsuran bulanan. Hal ini disebabkan karena mayoritas dari mereka merupakan pedagang kecil yang biasanya berjualan di luar kota. Namun selama pandemi ini mereka tak bisa bekerja dan hanya menganggur di rumah,” ungkapnya Rabu (10/03/2021).

Akibat tak bisa bekerja, secara otomatis mayoritas anggota koperasi tak bisa mendapatkan pemasukan sama sekali selama beberapa bulan terakhir ini. Hal itulah yang membuat mereka kesulitan dalam membayar angsuran.

“Hal ini semakin diperparah karena tak sedikit dari anggota yang ternyata juga memiliki pinjaman lain yakni kepada bank plecit (rentenir). Sehingga uang mereka yang semestinya digunakan untuk membayar angsuran koperasi justru dialihkan untuk membayar angsuran bank plecit, yang secara nominal lebih kecil karena dibayar setiap seminggu sekali,” imbuhnya.

Tidak adanya jaminan yang dibebankan pada anggota saat proses pengajuan pinjaman modal usaha koperasi SHS Mandiri Krambilsawit, diketahui juga menjadi persoalan tersendiri. Dimana hal itu membuat pihak koperasi kesulitan dalam menagih kewajiban anggota.

“Karena di koperasi tidak ada jaminan maka warga seolah tidak takut motor atau sertifikat nya disita. Berbeda dengan peminjam bank plecit yang ada jaminannya, sehingga membuat mereka lebih tertib membayar angsuran,” katanya.

Sebagaimana diketahui sejak tahun 2018 lalu, Yayasan Damandiri menetapkan Desa Krambilsawit sebagai desa binaan melaui program Desa Cerdas Mandiri Lestari. Dalam rangka meningkatkan perekonomian warga desa, Yayasan Damandiri menggelontorkan dana mencapai Rp2,97 milyar pada Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit.

Dana tersebut disalurkan Koperasi pada seluruh anggota sebagai akses modal untuk memulai dan mengembangkan usaha warga. Sehingga diharapkan pendapatan dan kesejahteraan seluruh warga desa semakin meningkat.

Hingga periode tahun 2020 kemarin, Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit tercatat telah mampu memutar dan menyalurkan dana pinjaman modal usaha dari Yayasan Damandiri hingga mencapai Rp4,741 milyar. Atau berkembang sekitar 37 persen dari modal awal yang digelontorkan sebanyak Rp2,97 milyar.

Jumlah warga desa anggota koperasi penerima manfaat sekaligus pelaku UKM yang mengakses pinjaman modal usaha ini juga tercatat meningkat hingga 400 persen dari saat awal program Desa Cerdas Mandiri Lestari dicanangkan. Yakni dari 315 orang pada tahun 2018 menjadi 1,258 orang pada tahun 2020 lalu.

Lihat juga...