Demplot Pertanian di Cilongok Masih Penjajakan

Editor: Koko Triarko

BANYUMAS – Pascagagalnya budi daya melon di lahan demplot Cilongok, Kabupaten Banyumas, pengelola menanaminya dengan beberapa jenis sayuran seperti kacang panjang, yang sudah panen dua kali.

“Kita tanam kacang panjang, sudah panen dua kali, panen pertama menghasilkan 7 kilogram dan yang ke dua 10 kilogram, sekarang baru mulai ditanam lagi,” kata Officer Development Program (ODP) KBSM bidang pertanian, Mohammad Choirul Anwar, Senin (29/3/2021).

Menurut Choirul Anwar, lahan yang ditanami kacang panjang memang tidak terlalu luas, sehingga hasil panennya juga tidak terlalu banyak. Sebab, pihaknya masih melakukan penjajagan untuk memilih jenis tanaman yang cocok ditanam di area demplot dan yang dari sisi penjualan juga mudah.

Officer Development Program (ODP) KBSM bidang pertanian, Mohammad Choirul Anwar, di kantornya, Senin (29/3/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

“Kita kemarin mengalami sedikit kesulitan untuk menjual hasil panen kacang panjang, di pasar tradisional harganya murah, itu pun yang berminat beli tidak banyak,” tuturnya.

Penanaman berbagai macam jenis sayuran di area demplot seluas 7,1 hektare ini memang sudah berulangkali berganti-ganti. Sebelumnya ada budi daya cabai, tanaman vanili, singkong, ubi dan lainnya. Budi daya cabai tidak diteruskan dan diganti dengan budi daya melon, pakcoy atau sawi bangkok serta semangka.

Yayasan Damandiri melalui Koperasi Bangun Sejahtera Mandiri (KBSM) sudah menyalurkan anggaran sebesar Rp70 juta untuk menanam ketiga jenis tanaman tersebut. Budi daya melon dilakukan oleh pihak ke tiga, dengan menggandeng ahli melon dari Cilongok. Namun, ternyata area lahan tergenang banjir dan budi daya melon, gagal.

“Untuk dana seluruhnya dikelola oleh pihak ke tiga, termasuk hitungan keutungan dan sebagainya. Sistemnya bagi hasil, sehingga mulai dari pengadaan bibit tanaman hingga penjualan pascapanen semua dilakukan pihak ke tiga. Kita hanya memberikan modal awal dan menyertakan tiga pegawai kita saja untuk ikut merawat tanaman,” kata Choirul.

Manajer Umum Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok, Lasworo Suyono, mengatakan lokasi lahan demplot yang berada di dataran rendah memang sangat rentan banjir dan tergenang. Sehingga, pihaknya membutuhkan waktu untuk mendapatkan jenis tanaman yang cocok di lahan tersebut.

“Tanaman cabai kemarin perkembanganya kurang bagus, sehingga belum sampai panen sudah kita ganti dengan melon dan pakcoy. Ternyata budi daya melon juga terkena banjir, banyak tanaman rusak, begitu pula dengan tanaman pakcoy,” katanya.

Meskipun begitu, Lasworo tetap menyatakan optimis jika sudah menemukan tanaman yang cocok di lahan tersebut, maka budi daya akan berjalan maksimal dan bisa mengantarkan DCML Cilongok ini menuju kemandirian.

Lihat juga...