Di Banyumas Baru 10 Ribu Lansia yang Sudah Divaksin

Editor: Mahadeva

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, saat ditemui di Pendopo Sipanji Purwokerto, Sabtu (20/3/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

PURWOKERTO – Sampai dengan minggu ketiga Maret 2021, jumlah warga Lanjut Usia (Lansia) di Kabupaten Banyumas, yang sudah divaksin COVID-19 baru sekira 10.000 orang. Sementara total target yang akan divaksin sebanyak 260.000 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, lansia menjadi salah satu pihak yang mendapatkan skala prioritas untuk divaksin. Namun pemberian vaksin juga bergantung pada stok vaksin yang dikirimkan oleh pemerintah pusat ke Banyumas. “Untuk vaksin terhadap lansia, masih jauh dari target, baru sekitar 10.000 orang, padahal pengajuan kita untuk lansia mencapai 260.000 orang,” terangnya, Sabtu (20/3/2021).

Sadiyanto menyebut, mengingat keterbatasan stok vaksin, maka pemberian vaksin untuk lansia diprioritaskan bagi yang usianya sudah di atas 60 tahun. Demikian pula dengan tenaga pelayanan publik, yang juga menjadi prioritas vaksin saat ini, dengan mengutamakan pelayan publik yang usianya di atas 50 tahun.

“Pengiriman vaksin dilakukan bertahap, sehingga stok sangat terbatas, dan kita harus pandai-pandai membuat skala prioritas. Ketentuan dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes), saat ini prioritas untuk lansia, tenaga pelayanan publik, tenaga kesehatan serta ada juga untuk calon haji. Karena semua golongan tersebut jumlahnya sangat banyak, maka kita prioritaskan yang usianya lebih lanjut,” tambahnya.

Kabupaten Banyumas mengajukan alokasi vaksin COVID-19 untuk 1.176.000 orang. Sampai saat ini, jumlah yang sudah diterima baru pada kisaran 30.000 orang. Sehingga masih jauh dari target pengajuan.

Saat ini, hampir semua dinas ataupun kantor meminta untuk dilakukan vaksinasi. Demikian juga untuk golongan masyarakat, banyak yang menanyakan kapan mendapatkan vaksin. Hal tersebut menunjukan kesadaran masyarakat untuk menjaga diri serta kesadaran proteksi vaksin sudah tumbuh.

“Pada awalnya memang sempat muncul kekhawatiran adanya penolakan vaksin,tetapi setelah berjalan dua bulan ini, ternyata justru banyak yang meminta untuk di vaksin,” katanya.

Salah satu warga Kecamatan Sokaraja, Herlina mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan untuk lansia yang mau divaksin. Berbagai tanggapan muncul, saat ia melakukan pendataan. Ada yang antusias, namun ada juga yang masih ragu-ragu. “Ada yang bilang, saya sehat-sehat saja, nanti kalau di vaksin malah jadi sakit. Namun, ada juga antusias dan ingin segera divaksin, jadi memang perlu pendekatan dan penyampaian yang tepat untuk mengajak lansia vaksin, karena tiap individu berbeda-beda karakternya,” pungkasnya.

Lihat juga...