Dinkes Kota Bekasi Luruskan Kenaikan Kasus Covid-19

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Kepala Dinas Kesehatan Kota  Bekasi, Tanti Rohilawati, meluruskan terkait kenaikan kasus pada tanggal 2 Maret 2021 di website corona.bekasikota adalah hasil validasi data layanan yang belum tercatat. 

Di Kota Bekasi, saat ini dalam zona oranye dengan jumlah 313 kasus baru dan 312 kondisi kasus aktif. Sementara angka kematian hingga kemarin baru 1 kasus selama bulan Maret.

“Validasi data dilakukan untuk bulan Januari-Februari 2021. Data yang merupakan kasus baru aktif pada tanggal 2 Maret 2021 berjumlah 335 kasus,”ujarnya, Jumat (5/3/2021).

Data tersebut jelasnya menjadi dasar peningkatan kasus sembuh di Kota Bekasi. Begitu pun penambahan data kematian  merupakan hasil validasi data dari bulan Januari sampai dengan Februari tahun 2021 terkait kematian yang belum tercatat di data Kota Bekasi.

Hingga kemarin jelasnya, untuk zona merah yang dinformasikan di media adalah zona risiko penilaian pada tanggal 21 Febuari 2021, untuk penilaian zona risiko pada tanggal 28 Febuari 2021 Kota Bekasi berada pada zona orange/sedang.

Sementara itu, usai rapat menghadiri Rapat Evaluasi PPKM Mikro di Kawasan Bodebek Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menilai, program Kampung Tangguh Jaya (KTJ) di Kawasan Bodebek (Bogor-Depok-Bekas) dapat menekan laju penularan COVID-19.

“Konsep dari Polda Metro Jaya dan Kasdam Jaya tentang Kampung Tangguh Jaya dengan kebijakannya, membuat tracing dan testing bisa menekan laju penularan COVID-19,” kata Kang Emil melalui rilis yang diterima Cendana News, Jumat (5/3).

Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai mengikuti Rapat Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kawasan Bodebek, Jumat (5/3/2021). -Foto: M. Amin/HO-Humas Pemprov Jabar

Dikatakan melalui program Kampung Tangguh Jaya, pengetesan bisa dilakukan tidak harus ke puskesmas atau rumah sakit, tapi bisa di RW setempat oleh orang yang dilatih, khususnya TNI/Polri. Bahkan ada rumah khusus isolasi mandiri yang disiapkan sukarela oleh warga.

Kang Emil memaparkan, saat PPKM Mikro, TNI/Polri melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa melakukan tracing secara masif di Kawasan Bodebek.

“Ada beberapa kasus yang dulunya 11-15 di beberapa RW, sekarang jadi nol. Saya kira best practice ini akan kita lanjutkan beriringan dengan PPKM Mikro,” tuturnya.

Kang Emil optimistis program KTJ dapat mempercepat pelaksanaan 3T (testing, tracing, dan treatment) sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19.

“Ini menjadi benteng pertama dalam 3T. Jadi di tiap RW tersedia posko buat pengetesan. Kami pun diuntungkan dengan hadirnya teknologi (rapid test) antigen,” ucapnya.

“Puncaknya, minggu ini tidak ada zona merah karena kerja keras semua pihak, khususnya TNI/Polri dan satu konsep dari Pak Kapolda dan Pak Kasdam tentang Kampung Tangguh Jaya,” tambahnya.

Menurut Kang Emil, pihaknya terus berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya terkait penanganan COVID-19 di Kawasan Bodebek.

“Kami teruskan PPKM Mikro ini karena terbukti kedisiplinan (terapkan protokol kesehatan) di atas 80 persen. Ekonomi di Kawasan Bodebek terus membaik,” tuturnya.

“Kemudian rumah sakit di Bodebek turun. Yang tadinya awal tahun 80 persen, per hari ini di minggu ini turun menjadi 59 persen,” imbuhnya.

Lihat juga...