Disiplin Preventif Perlu Dilakukan Sejak Dini

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Pendiplinan protokol kesehatan (Prokes) secara preventif mutlak dilakukan saat pandemi Covid-19 untuk mendorong warga mentaati aturan. Samsu Rizal, kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Lampung Selatan menyebut meski vaksin telah diberikan pada kelompok prioritas, disiplin prokes wajib diterapkan. .

Samsu Rizal bilang displin preventif prokes mendorong warga untuk menjaga kesehatan diri, keluarga dan masyarakat. Saat ini meski telah diberikan vaksin pada sejumlah tenaga kesehatan, guru, lansia dan kelompok prioritas tidak lantas mengendorkan disiplin.

“Displin preventif kesehatan tentunya dilakukan dengan kesadaran setiap orang berpotensi sebagai media pembawa virus. Proteksi diri memakai masker, cuci tangan dan menjaga daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan sehat, olahraga rutin tetap dilakukan,” terang Samsu Rizal saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (19/3/2021).

Samsu Rizal, Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Lampung Selatan saat berada di Posyandu Desa Kemukus, Jumat (19/3/2021). Foto: Henk Widi

Bagi generasi usia dini, Samsu Rizal bilang disiplin preventif butuh dukungan sejumlah elemen. Orangtua, guru, tenaga kesehatan bisa menjadi penentu untuk menciptakan tanggung jawab bagi anak anak dalam prokes. Meski sejumlah sekolah belum menerapkan pembelajaran tatap muka, simulasi prokes telah dilakukan. Anak harus diberi pemahaman akan bahaya virus Covid-19 dengan bahasa mudah dimengerti.

Pendisplinan prokes secara korektif, telah dilakukan oleh gugus tugas penanganan Covid-19. Pada level desa, kecamatan disiplin prokes secara korektif dilakukan dengan memakai hukuman. Bagi warga yang tidak membawa masker, tidak menjaga jarak sejumlah sanksi diberikan.

“Warga yang berada di pasar dengan disiplin preventif tidak harus dihukum push up atau denda karena sadar kesehatan juga tanggung jawab bersama,” cetusnya.

Adanya displin preventif sebut Samsu Rizal membuat aktivitas bisa kembali dilakukan. Sejumlah pelayanan masyarakat berkaitan dengan kesehatan berupa Posyandu balita, Posyandu lansia bisa dilakukan.

Menik, salah satu guru TK di Kecamatan Penengahan menyebut anak sejak dini wajib mendisiplinkan diri dalam prokes. Aktivitas menjaga kebersihan diri sudah masuk dalam kurikulum pendidikan. Namun dengan adanya pandemi Covid-19 tenaga pendidik bisa lebih intens mengajak anak menerapkan PHBS. Sejumlah langkah disiapkan dengan mengajak peran serta orangtua.

“Jadi hal yang normatif saat ini orangtua membawa masker bagi anak, mengajak cuci tangan dan membawa hand sanitizer,”terangnya.

Menik menyebut proses belajar yang belum dilakukan menjadi cara disiplin preventif. Sebelum Dinas Pendidikan melakukan pembelajaran tatap muka sejumlah pihak telah mendisiplinkan prokes. Sejumlah fasilitas pendukung telah disiapkan berupa tempat cuci tangan, masker dan penyanitasi tangan. Peningkatan disiplin preventif prokes sebutnya telah dilakukan sejak dini sehingga menjadi kebiasaan positif.

Lihat juga...