Diversifikasi Pangan Antisipasi Mahalnya Beras

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Edi Rusdi Kamtono, menilai perlunya diversifikasi pangan dalam memenuhi asupan makanan ketika beras sulit didapatkan atau harganya melambung tinggi.

“Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang mengandalkan nasi sebagai makanan pokok sehari-hari. Padahal, beragam hasil pertanian selain nasi yang dapat dijadikan makanan pokok,” kata Edi Rusdi Kamtono, saat membuka sosialisasi dan pelatihan diversifikasi pangan yang diikuti oleh 29 pengurus PKK kelurahan se-Kota Pontianak, Selasa (30/3/2021).

Dia menjelaskan, dengan diversifikasi pangan ini, masyarakat bisa mencari alternatif makanan lainnya sebagai pengganti, sehingga tidak harus makan nasi. Untuk itu, dibutuhkan inovasi dan kreativitas dalam menciptakan makanan sesuai standar kebutuhan tubuh, dengan memanfaatkan bahan pangan lokal.

Adanya sosialisasi dan pelatihan diversifikasi pangan ini, diharapkan peserta mendapatkan pemahaman dan menambah wawasan terkait pentingnya diversifikasi pangan bagi keluarga.

“Karena kita ketahui, pandemi Covid-19 mengharuskan kita untuk selalu bugar dan sehat, sebagai upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh,” katanya.

Imunitas tubuh tidak hanya didapat dari vaksinasi, nutrisi dan gizi makanan juga menjadi bagian dari membentuk imunitas. Bagi sebagian masyarakat, ada yang belum memahami pentingnya gizi dan makanan tidak hanya mengenyangkan saja, tetapi bagaimana makanan itu bisa memenuhi kebutuhan gizi.

“Melalui sosialisasi dan pelatihan ini, peserta akan mengetahui makanan pengganti yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan gizi. Ada makanan yang bisa dikombinasikan, sehingga pemenuhan kebutuhan gizi bisa tercapai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Bintoro, mengatakan program diversifikasi pangan, selain budi daya dan memanfaatkan pekarangan, juga dalam upaya meningkatkan konsumsi pangan nonberas, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengalokasikan bantuan bagi nelayan dan petani yang gagal panen.

“Bantuan tersebut berupa subsidi budi daya ikan lele dan nila serta peralatan. Selain itu, juga bantuan bibit tanaman seperti sayuran, alat transportasi seperti sepeda motor roda tiga. “Kami juga mengupayakan bantuan dari pemerintah pusat melalui DAK maupun APBN,” kata Bintoro. (Ant)

Lihat juga...