Gelar Sistem Tatap Muka, Sekolah DIY Siapkan Siswa Hadapi ASPD

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Sejumlah sekolah di Yogyakarta mulai melakukan persiapan guna menghadapi Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) tahun 2020/2021 yang rencananya akan digelar pada Mei 2021 mendatang.

Hal ini dilakukan menyusul keputusan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan menyelenggarakan ASPD tahun ajaran 2020/2021 untuk siswa kelas VI SD dan siswa kelas IX SMP/MTs. Tujuan ASPD adalah untuk memetakan mutu pendidikan di DIY dan sebagai alat seleksi masuk SMA/SMK negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta.

ASPD ini berbeda dengan Ujian Nasional (UN) karena ASPD tidak menentukan nilai ijasah atau kelulusan peserta didik. Akan tetapi, lebih sebagai alat seleksi bagi siswa ketika mendaftar di SMA/SMK negeri karena nilai rapor belum memenuhi standar.

Kepala Sekolah SD Negeri Prembulan, Teguh Santosa Spd MPd, menyebut ada 3 mata pelajaran bagi siswa SD yang diujikan dalam ASPD ini, yakni Matematika, Bahasa Indonesia dan IPA. Rencananya ASPD ini akan digelar secara tatap muka bertempat di sekolah masing-masing.

“Rencananya ASPD ini akan dilaksanakan 24-27 Mei 2021 mendatang. Yakni secara tatap muka, dengan sistem pengawasan silang. Soalnya dibuat dan dikoreksi oleh Pemerintah Propinsi/Kabupaten Kota. Sehingga kita harus mempersiapkan siswa secara serius,” ujarnya Kamis (18/03/2021).

Menurut Teguh, pelaksanaan ASPD ini rencananya akan dilakukan sesuai protokol kesehatan. Yakni penerapan 3 M, termasuk pembatasan jumlah siswa maksimal sebanyak 14 orang per kelas/ruang ujian.

“Kita memiliki sebanyak 26 siswa kelas VI. Sehingga nanti akan dibagi dalam dua ruang kelas,” ungkapnya.

Meski ada penurunan jumlah soal ujian, waktu pelaksanaan ujian, maupun tingkat kesulitan soal ujian bagi siswa akibat Pandemi Covid-19, namun menurut Teguh, pihak sekolah cukup kesulitan untuk menyiapkan siswa. Pasalnya selama setahun terakhir siswa hanya mengikuti pembelajaran secara online sehingga dinilai sangat tidak maksimal.

“Kalau ujiannya dilaksanakan secara tatap muka, sementara pembelajarannya selama ini online jelas siswa akan kesulitan. Karena itu kita melakukan inovasi pembelajaran secara tatap muka melalui sistem home visit,” ungkapnya.

Sistim home visit yang dimaksud adalah membagi siswa khususnya kelas VI dalam kelompok kecil berjumlah 5-6 orang. Untuk kemudian nantinya guru kelas akan mendatangi kelompok tersebut dan memberikan pembelajaran tatap muka di salah satu rumah wali murid. Pelaksanaan home visit ini dilakukan seminggu 3 kali secara bergiliran.

“Ini kita lakukan sebagai bentuk tanggungjawab sekolah pada orangtuanya/wali murid dalam menyiapkan siswa masuk ke jenjang SMP. Karena orang tua/wali murid tentu ingin anak-anaknya bisa masuk ke SMP yang berkualitas. Sehingga di samping pembelajaran biasa secara online kita juga berikan bimbingan secara tatap muka,” katanya.

Selain melakukan home visit, pihak sekolah juga mengaku sudah melakukan latihan ujian guna menyiapkan siswa menghadapi ASPD. Latihan ujian atau simulasi ujian ini dilaksanakan sebanyak 4 kali. Yakni 3 kali digelar se-kecamatan/kapanewon serta 1 kali se-wilayah kabupaten.

Lihat juga...