Generasi Muda Diajak Manfaatkan Data, Ciptakan Ide Inovatif

Ilustrasi -Ant

JAKARTA – Generasi muda di seluruh tanah air diajak untuk menciptakan ide-ide inovatif, dengan memanfaatkan data sebagai sumber kekayaan baru yang berharga bagi sebuah organisasi atau perusahaan.

“Dengan memanfaatkan data yang akurat, suatu entitas baik perusahaan maupun organisasi apa pun, dapat melakukan efisiensi anggaran dan mengambil kebijakan yang menguntungkan masyarakat luas,” kata Direktur Digital dan Teknologi Informasi Bank BRI, Indra Utoyo, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (23/3/2021).

Selain itu, dengan memanfaatkan teknik analisis yang tepat, organisasi bisnis dapat meningkatkan profit dan memberikan pelayanan yang lebih baik bagi konsumen.

Untuk itu, pihaknya menggelar ajang kompetisi data sains “BRI Data Hackathon 2021” pada 8 Desember 2020 – 17 Maret 2021, yang telah sukses menjaring 11.599 peserta terdaftar dari berbagai daerah dan elemen masyarakat Indonesia.

Kegiatan ini juga berhasil membangun awareness akan pentingnya literasi data ke lebih dari 4 juta orang, melalui kegiatan sosialisasi dan promosi yang dilakukan secara daring.

Ia mengatakan, dalam tiga bulan lamanya kompetisi ini diikuti oleh para peserta dan perjalanan panjang tersebut dilakukan untuk mendukung pembangunan bangsa melalui literasi data.

“Animo pemuda terlihat dari besarnya jumlah peserta. Tidak hanya karena hadiah yang diperebutkan, namun juga karena motivasi peserta dalam mengasah ilmu dengan mengolah data,” kata Indra.

Mulai dari karyawan swasta, pegawai pemerintah, wirausaha, sampai mahasiswa bersaing untuk membangun solusi terbaik dalam kategori People Analytics, dan Cash Ratio Optimization.

Terdapat 10 tim dengan inovasi machine learning paling unggul berkesempatan untuk mengikuti babak final, dan selangkah lebih dekat untuk memenangkan hadiah utama.

Berbagai hadiah diperoleh pemenang kompetisi, mulai dari uang tunai, saldo BRIZZI, sampai beasiswa untuk mengikuti kelas di Algoritma Data Science School dengan total hadiah hingga Rp450 juta.

Indra menegaskan, bahwa perusahaannya telah melakukan transformasi digital secara luas, dan memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan yang diambil oleh perusahaan.

Kesadaran yang tinggi akan pentingnya data-driven decision, dipadukan dengan semangat untuk terus berinovasi, dan ketulusan untuk mendukung pembangunan bangsa melalui literasi data.

“Kami berharap, minat masyarakat terhadap ilmu data terus meningkat dan inovasi-inovasi baru dalam pemodelan machine learning akan tercipta,” kata Indra. (Ant)

Lihat juga...