Hampir Semua Orang Tua Siswa di Semarang Setuju PTM

Editor: Koko Triarko

Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, saat dihubungi di Semarang, Kamis (25/3/2021). –Foto: Arixc Ardana

SEMARANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang memastikan kesiapan sekolah jenjang TK, SD dan SMP yang menjadi kewenangannya, dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

“Sesuai kebijakan, kita lakukan uji coba terlebih dulu untuk mengetahui kesiapan sekaligus bahan evaluasi dalam pelaksanaan PTM. Ada empat sekolah di wilayah Kota Semarang yang menjadi percontohan, yakni SMPN 5 Semarang, SMAN 4 Semarang, SMKN 7 Semarang dan MAN 1 Semarang. Namun, sesuai tupoksi, untuk tingkat kota hanya berwenang di jenjang SMP,” papar Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, saat dihubungi di Semarang, Kamis (25/3/2021).

Terkait kesiapan PTM, secara umum hampir seluruh orang tua sudah memberikan izin. Hal tersebut seiring dengan kepastian sekolah dalam menegakkan penerapan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kita sudah sebarkan kuesioner kepada seluruh orang tua siswa, untuk jenjang SD-SMP. Secara umum, hampir semuanya setuju untuk melaksanakan PTM, maka sebelum benar-benar diterapkan pada Juli 2021 mendatang, kita lakukan uji coba terlebih dulu. Untuk sementara ini memang baru jenjang SMP, untuk TK-SD belum dilakukan,” tambahnya.

Termasuk dalam uji coba PTM, hanya akan diikuti oleh siswa yang sudah mendapat izin dari orang tua. Sementara, mereka yang belum diizinkan tetap melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Pihaknya memastikan, seluruh sekolah di Kota Semarang, khususnya jenjang TK -SD – SMP, sudah membuat standar operasional prosedur (SOP), terkait PTM.

“Aturan pastinya, harus melaksanakan protokol kesehatan dan maksimal 50 persen dari kapasitas kelas. PTM juga maksimal dilakukan selama 4 jam, tanpa jeda istirahat. Sementara teknis pelaksanaan disesuaikan dengan kebijakan sekolah. Bisa sesuai nomor absen atau lainnya,” terangnya.

“Selama PTM, siswa juga diharuskan diantar jemput. Tidak diperkenankan naik kendaraan umum. Jika orang tua tidak bisa mengantar dan menjemput, maka siswa diminta menggunakan transportasi tunggal seperti ojek atau taksi,” lanjutnya.

Ditegaskan, hal tersebut menjadi upaya bersama, agar pelaksanaan PTM dapat berjalan lancar dan tidak muncul klaster baru Covid-19 dari uji coba tersebut.

Terpisah, Kepala SMPN 5 Semarang, Teguh Waluyo, saat dihubungi juga menyatakan kesiapannya sebagai sekolah percontohan pelaksanaan PTM.

“Dari segi sarana dan prasarana protokol kesehatan, semua sudah siap. Termasuk penyediaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di tiap kelas.

Termasuk juga terkait adanya izin orang tua agar siswa diperbolehkan mengikuti pembelajaran di sekolah di masa pandemi Covid-19 ini.

“Sudah kita sebarkan kuesioner, hasilnya 88 persen orang tua mengizinkan anaknya masuk sekolah, sisanya 12 persen, belum. Jadi, nantinya uji coba PTM ini hanya diikuti oleh siswa yang sudah mendapat izin, sementara sisanya tetap PJJ,” tandasnya.

Disinggung terkait penerapan protokol kesehatan dalam PTM, Teguh memastikan nantinya setiap siswa akan dilakukan pengecekan suhu tubuh di pintu gerbang sekolah. Mereka juga diwajibkan mencuci tangan sebelum masuk ke ruang kelas.

“Kapasitas maksimal 50 persen perkelas, jadi siswa dibagi dua. Seminggu masuk PTM, seminggu PJJ. Tempat duduk juga sudah diatur, berjarak sekitar 1,5 meter dan diberi nomor. Siswa pun akan duduk sesuai nomor urut presensi dan tak boleh berpindah-pindah,” paparnya.

Agar tidak terjadi kerumunan di sekolah, pihaknya mengatur jam masuk dan pulang tiap kelas, agar berbeda satu sama lain.

“Jad,i agar saat kedatangan dan jam pulang berbeda. Harapannya tidak terjadi kerumunan. Nanti, siswa kelas 7 masuk kelas pukul 07.30 WIB, kelas 8 pukul 08.00 WIB, dan kelas 9 masuk pukul 08.30 WIB. Jam kepulangan pun akan menyesuaikan,” tegasnya.

Setelah pelaksanaan PTM, seluruh ruang kelas juga akan dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan.

“Harapannya dengan segala upaya yang dilakukan, termasuk kita juga sudah membentuk Satgas Covid-19 di sekolah, pelaksanaan PTM dapat berlangsung dengan lancar dan optimal,” pungkasnya.

Lihat juga...