Harga Cabai di Pasar Tanjung Jember Turun Drastis

Editor: Makmun Hidayat

JEMBER – Harga cabai di Pasar Tanjung, Jember, Jawa Timur, mulai terjadi penurunan harga. Arifin, salah satu pedagang di area pasar, mengatakan, hari-hari sebelumnya harga cabai per kilogram tembus Rp120 ribu. Saat ini sudah mengalami penurunan secara cepat.

“Sudah sekitar tiga hari ini harga cabai mengalami turun harga. Dari yang semula Rp120 ribu, turun menjadi Rp70 ribu, dan saat ini kembali turun menjadi Rp55 ribu per kilogramnya,” ujar Arifin di Pasar Tanjung, Jember, Selasa (30/3/2021).

Dalam kurun waktu tiga hari, penurunan harga cabai di atas 50 persen per kilogramnya. Arifin mengatakan, penurunan harga cabai berlaku juga untuk cabai rawit warna merah maupun yang warna kuning dan warna hijau.

“Sebagai pedagang cabai seperti saya, efek naik atau turunnya harga cabai pastinya tetap saja tidak begitu pengaruh. Kalau pas lagi mahal pembeli jarang, kalau pas harganya murah pembeli yang datang cukup banyak,” ucapnya.

Sebagai pedagang, ramai atau jarang pembeli bukan menjadi patokan utama. Arifin menyebutkan, yang penting setiap hari ada pembeli yang datang.

“Ramai ataupun sepi sebenarnya sama saja. Andai kata saat ini ramai tapi besok sepi sama saja, juga sebaliknya sekarang sepi besok ramai pendapatan yang dihasilkan sama saja sebetulnya, kecuali ramai setiap harinya itu yang bagus,” ungkapnya.

Arifin menambahkan, dampak dari harga cabai mahal dirinya seringkali mendapatkan keluhan dari pedagang kuliner yang sering kali membeli di tempat dirinya berjualan.

“Harga cabai mahal berpengaruh terhadap beberapa usaha kuliner yang mengutamakan rasanya yang pedas. Pelanggan saya yang sering kali cerita akibat harga cabai naiknya melonjak tinggi. Akan tetapi saat ini sudah mulai kembali turun harga lagi,” ungkapnya.

Ali Dika, salah satu mitra dari tani cabai di Pasar Tanjung menyatakan, penurunan harga yang terjadi cukup drastis. Dalam kurun waktu tiga hari 50 persen lebih harga yang berkurang pada cabai.

“Penurunan harga cabai disebabkan karena petani saat ini sudah memasuki musim panen raya. Sehingga persediaan cabai, khususnya di Kabupaten Jember cukup melimpah,” tandasnya.

Meskipun pada saat ini tergolong masih musim pancaroba, Ali mengatakan karena petani cabai panennya bersamaan maka persediaan melimpah.

“Panen raya di Jember yang menyebabkan harga cabai turun drastis karena persediaan yang banyak. Namun, di hari-hari sebelumnya, ketersediaan cabai didatangkan dari wilayah luar kota seperti Probolinggo dan Madura, karena faktor iklim musim pancaroba di Kabupaten Jember, pertumbuhan cabai mengalami keterlambatan,” ucapnya.

Lihat juga...