Hari Air Sedunia, Peringatan Pentingnya Air Bersih

SERANG – Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, mengungkapkan air dari bendungan Sindangheula direncanakan dikembangkan menjadi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional dengan kapasitas 800 liter per detik, untuk Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon.

Andika pada acara peringatan Hari Air Sedunia (HAS) 2021 tingkat Nasional yang dipusatkan di Bendung Sindangheula di Serang, Senin, yang dihadiri Menteri PMK, Muhadjir Effendy, Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetip, dan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, juga melakukan penanaman pohon dan tebar benih ikan.

Bendungan Sindangheula memiliki fungsi sebagai penyediaan kebutuhan air ke daerah Cibanten dengan luas 1.289 Ha sebesar 0,80 m3/detik. Berikutnya, juga sebagai pengendalian banjir hilir Kabupaten Serang dan Kota Serang, dengan kapasitas tampung banjir sebesar 1,5 juta meter kubik, serta penyediaan sarana rekreasi dan tujuan wisata air, konservasi alam dan potensi pembangkit listrik sebesar 0,40 megawatt.

Terkait peringatan hari air sedunia, Andika mengatakan momentum tersebut merupakan peringatan untuk menyadarkan masyarakat dunia akan pentingnya air bersih, dan pengelolaan sumber air yang berkelanjutan.

“Betapa air saat ini harus diselaraskan fungsinya. Baik secara sosial, ekonomi maupun lingkungan hidup. Karena itu, seluruh pihak dan masyarakat diharapkan dapat melestarikan sumber daya air,” katanya.

Andika menambahkan, urusan air itu urusan semua pihak, termasuk masyarakat sebagai pemakai air. Tidak ada makhluk hidup yang dapat hidup tanpa minum air, sehingga semua pihak wajib melestarikan sumber daya air.

“Semoga dengan kehadiran Bapak Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI pada momentum Peringatan Hari Air Sedunia, dapat makin meneguhkan semangat gotong royong masyarakat di Provinsi Banten dalam pelestarian air yang berkelanjutan,” kata Andika.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengajak masyarakat untuk dapat mengelola air sebagai sumber kehidupan. Masyarakat juga diimbau agar tidak hanya berpikir untuk memanfaatkan airnya saja.

Muhadjir menyatakan, air merupakan sumber kehidupan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya, sehingga semua pihak harus bisa mengelola air. Mulai dari hilir untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik sekarang maupun yang akan datang.

“Salah satunya mengelola sumber daya air dengan penanaman pohon produktif, yang dapat dinikmati oleh masyarakat umum,” kata Muhadjir. (Ant)

Lihat juga...