Hasil Tangkapan Nelayan di Jepara, Minim

JEPARA – Hasil tangkapan para nelayan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, selama beberapa pekan terakhir mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya, sedangkan permintaan masih cukup stabil.

“Musim ini memang berbeda dengan sebelumnya, karena masa transisi dari musim Barat yang biasa terjadi pada Desember, Januari dan Februari. Istilah nelayan ketika memasuki ‘padang bulan’ cenderung tangkapan nelayan berkurang,” kata Salim, salah seorang nelayan asal Ujungbatu, Kecamatan Kota, Kabupaten Jepara, Kamis (25/3/2021).

Hal itu bisa dilihat dari hasil tangkapan selama beberapa hari terakhir sangat minim. Bahkan, pernah seharian hanya bisa mendapatkan uang Rp25.000 setelah dikurangi biaya bahan bakar minyak (BBM), dan dibagi dengan nelayan lain yang ikut melaut.

Kondisi berbeda terjadi sebelumnya, bisa mendapatkan pemasukan hingga dua kali lipat lebih karena hasil tangkapannya memang lebih banyak, meskipun saat ini masuk kategori musim Barat yang ditandai dengan gelombang tinggi.

Meskipun hasil tangkapan minim, ia mengaku tetap melaut untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Sedangkan nelayan lain banyak yang tidak melaut.

Aktivitas lelang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu, Jepara, juga terlihat sepi, karena memang tidak banyak nelayan yang melaut, termasuk nelayan yang menggunakan kapal berukuran besar.

Kastianah, pedagang ikan di TPI Ujungbatu, mengakui aktivitas lelang ikan memang sepi sejak beberapa hari terakhir, mengingat tidak banyak nelayan yang melaut.

Padahal, lanjut dia, permintaan ikan di pasaran masih cukup stabil. Jika stok ikan di pasaran menipis, dimungkinkan harganya bisa terdongkrak naik.

“Jika sebelumnya memiliki stok berbagai jenis ikan, saat ini terbatas karena hasil lelang pagi hari sudah habis terjual, karena nelayan yang melaut sedikit,” ujarnya.

Saat ini, harga berbagai jenis ikan, seperti cumi per kilogramnya Rp65.000, ikan trisi Rp20.000/kg, ikan tunul Rp24.000/kg dan ikan kembung Rp40.000 per kilogram. (Ant)

Lihat juga...