Hobi Jadi Kunci Sukses Usaha Tanaman Buah

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Memulai usaha karena tren, hits dan digemari masyarakat kerap tidak memberi hasil maksimal. Demikian diungkapkan Amroy, pemilik usaha pembibitan tanaman buah dan berbagai keperluan hobi menanam. Warga Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung itu mengatakan, bisnis tanaman hias harus dilandasi hobi.

“Sebagian masyarakat lebih memilih bisnis tanaman hias dan bibit hanya karena tren. Imbasnya, sebagian pelaku bisnis menginvestasikan modal untuk membeli bibit dengan harapan profit. Namun, kunci usaha agar tetap eksis dengan menjadikannya sebagai hobi,” kata Amroy, Amroy saat ditemui Cendana News, Selasa (23/3/2021).

Bermodalkan sekitar Rp500.000 pada lima tahun silam, Amroy membeli sejumlah tanaman buah. Dominan jenis jambu madu deli, durian, alpukat dan mangga, lalu diperbanyak.

Berbagai jenis tanaman bunga didominasi celosia menjadi bibit untuk warga yang akan menanam bunga di Umbul Helau, Kelurahan Sumberagung, Kemiling, Bandar Lampung, Selasa (23/3/2021). -Foto: Henk Widi

Amroy bilang, potensi lahan digunakan sebagai lokasi pembibitan, stok pupuk, dan media tanam. Hasilnya, ia bisa memperbanyak bibit dengan teknik cangkok, sambung pucuk, dan okulasi. Berbagai jenis bibit selanjutnya digunakan sebagai indukan dan dijual kepada konsumen.

“Hobi menanam semula karena melihat potensi pekarangan yang luas dan lokasi strategis seperti tanah hook, cocok untuk bisnis tanaman dengan menggunakan media tanam drum, pot, agar mudah dipindah saat ada konsumen yang menginginkan untuk koleksi,” terang Amroy.

Amroy mengaku semula hanya melakukan perbanyakan jenis jambu air madu deli dan jambu air citra. Hasil perbanyakan dengan teknik cangkok dan sambung pucuk dijual setelah usia enam bulan. Satu bibit tanaman jambu madu deli dijual mulai harga Rp75.000 per pot. Khusus untuk tanaman yang telah berbuah, dijual mulai Rp300.000. Meski sebagian tidak terjual, dengan hobi yang dimiliki ia bisa mendapat hasil berupa buah.

Memulai usaha dengan hobi, sebutnya, tidak akan merugi. Sebab, meski sebagian tanaman belum laku terjual, ia bisa mendapat hasil berupa buah. Sebagian hasil diperoleh dengan menjual media tanam berupa pupuk organik.

Pupuk organik dari serabut kelapa, kompos, kotoran hewan (kohe), tanah liat, unsur hara, dijual Rp35.000 ukuran 20 kilogram. Sebagian media tanam dijual mulai Rp30.000 dengan ukuran 20 kilogram.

“Tren hobi menanam bunga hias dan tanaman buah mendorong penjualan media tanam tanah dan pupuk organik,” cetusnya.

Beberapa jenis tanaman buah yang kerap diminati, sebut Amroy, berupa tanaman berusia pendek, namun cepat berbuah. Tanpa memakai lahan dan media tanam luas, jenis alpukat aligator, durian dan mangga banyak diminati. Ketiga jenis tanaman itu dijual mulai Rp150.000 hingga Rp250.000 per tanaman, menyesuaikan umur tanaman. Contoh tanaman yang telah berbuah menjadikan konsumen membeli bibit dari pembibitan miliknya.

Menurut Amroy, hobi menanam tanaman buah dalam pot tidak mengenal tren. Sejak satu dasawarsa, hobi menanam buah dalam pot masih stabil. Ia juga menyebut hobi tersebut juga tidak mudah ditiru. Beda halnya dengan tren bisnis tanaman hias yang kerap mudah ditiru, bahkan cenderung musiman. Ia memilih menekuni bisnis tanaman buah, sekaligus untuk menghijaukan lingkungan.

“Menekuni bisnis tanaman buah, dasar paling pokok harus bisa memahami teknik pembibitan, persilangan untuk bibit yang bagus,” tegasnya.

Ia juga akan senang jika ada konsumen belajar tentang teknik budi daya tabulampot. Edukasi menanam tabulampot akan menjadi nilai tambah baginya untuk makin dikenal konsumen. Edukasi diberikan dalam pemberian pupuk, penambahan media tanam hingga penggantian pot. Sebab, saat usia tertentu pot harus diganti menyesuaikan ukuran tanaman.

Bisnis berbasis hobi juga ditekuni Hasnah, pengelola Umbul Helau di Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung. Berbagai jenis tanaman bunga ditanamnya sebagai hiasan. Jenis celosia, miana, buah markisa, anggrek dan berbagai jenis tanaman dibudidayakan. Sebagian bibit bunga dijual dalam bentuk biji kepada konsumen.

“Kami membudidayakan bunga sebagai hobi untuk memperindah tanaman, namun sebagian bisa dijual,”cetusnya.

Menurutnya, hobi menanam bunga, sayuran dan tanaman buah bisa menjadi wahana edukasi. Sebelum pandemi Covid-19, taman bunga bisa menjadi wahana outbound bagi anak usia TK. Namun saat pandemi, lokasi taman bunga tetap bisa memberi hasil dengan uang masuk Rp10.000 per orang.

“Sebagian tanaman bunga bisa dijual sebagai bunga potong dan bibit. Hobi tanaman hias tetap akan memberi hasil, meski sebagian hanya untuk dilihat, dijadikan objek foto,” pungkasnya.

Lihat juga...