Impor Beras Ditunda, Petani di Bekasi Akui Masih Resah

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Petani di Bekasi, Jawa Barat mengaku resah dengan adanya rencana pemerintah impor beras hingga kemudian dibatalkan sampai Juni 2021. Terlebih saat ini menjelang panen raya, mereka khawatir mempengaruhi harga jual gabah di tingkat tengkulak.

“Petani di Bekasi, ini umumnya menanam padi untuk usaha bukan seperti di kampung disimpan untuk dikonsumsi sendiri atau stok pangan keluarga. Jika kepepet baru dijual, kami di Bekasi ini tanam untuk dijual,”ujar Sigit, petani muda di wilayah Mustika Jaya Kota Bekasi, kepada Cendana News, Selasa (30/3/2021).

Dikatakan Sigit, petani di wilayah perkotaan rata-rata adalah petani garapan dengan biaya besar seperti pupuk beli tidak subsidi dan lainnya. Sehingga gonjang-ganjing impor beras itu sendiri merupakan berita buruk bagi petani.

Namun demikian imbuhnya, banyak petani juga tidak peduli dengan informasi tersebut. Karena rata-rata petani itu sendiri didominasi oleh para orangtua yang tidak paham teknologi dan tidak mengikuti berita.

“Alhamdulillah saya bisa mengikuti teknologi dan memahami berita. Tapi informasinya di kalangan petani simpang siur, apakah impor atau tidak. Tapi terkait hal itu telah membuat keresahan pastinya di kalangan petani, apalagi menjelang puasa dan lebaran khawatir harga gabah turun,”ungkap Sigit.

Menurutnya saat ini harga gabah kering di Mustikajaya, Kota Bekasi di tingkat tengkulak hanya Rp4.500. Harga tersebut dianggapnya standar dengan kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang.

Ketua Gapoktan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Bang Iyan juga mengakui saat ini keresahan di tingkat petani terjadi setelah adanya wacana impor beras oleh pemerintah pusat.

“Sekarang sudah masa tanam, di wilayah Tarumajaya, tapi petani mengaku resah, khawatir saat panen nanti harganya anjlok. Apalagi pernyataan presiden sendiri masih belum pasti, hanya menjamin dalam tiga bulan ke depan tidak ada impor,”para Bang Iyan.

Lebih lanjut dikatakan wacana impor beras tersebut menjadi perbincangan setiap hari di tingkat petani Tarumajaya. Karena, jelasnya, petani di Tarumajaya sama dengan wilayah lainnya di Bekasi, bercocok tanam padi sebagai usaha untuk mendapatkan penghasilan.

Lihat juga...