Ini Aneka Kuliner Bercita Rasa Pedas Khas Semarang, yang Perlu Dicoba

Editor: Mahadeva

SEMARANG – Bagi penggemar kuliner bercita rasa pedas, belum lengkap rasanya jika berkunjung ke Kota Semarang, tanpa mencoba ndas (kepala) manyung, iwak (ikan) mangut, atau belut pedas, yang menjadi ciri khas.

“Iwak Mangut dan belut pedas, menjadi salah satu ciri khas kuliner Semarangan. Hampir setiap warung rumahan, pasti ada menu ini,” papar Wati, pengelola warung makan Bu Siti, saat ditemui di sela berjualan di warung makan tersebut, di wilayah Gunungpati Semarang, Sabtu (27/3/2021).

Dijelaskan, untuk membuat iwak mangut, bahan yang diperlukan berupa ikan mangut asap, serta bumbu olahan mangut. Seperti kemiri, bawang putih, lengkuas dan bahan rempah lainnya. Seluruh bahan tersebut ditumis hingga harum, kemudian diberi air santan kelapa. Setelah itu, ikan mangut asap dimasukkan. Jangan lupa diberi garam, gula serta penyedap rasa. “Kalau belut pedas, bumbunya juga hampir sama, yang jelas kedua menu ini perlu cabai merah dan cabai setan, untuk menghadirkan citarasa pedas, yang jadi ciri khasnya,” terang Wati.

Disatu sisi, harga cabai setan yang saat ini masih menyentuh angka Rp 100 ribu per kilogram, mau tak mau juga menjadi kendala yang dihadapinya. “Kalau cabainya dikurangi, rasanya tidak pedas. Tidak strong, padahal ciri khas masakan ini di cita rasa pedas,” terangnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, dirinya memilih menambah jumlah cabai merah, hingga potongan cabai rawit. “Solusinya itu, paling tidak jika pakai cabai setan, rasa pedasnya 10, kalau pakai cabai merah level pedasnya 8, ditambah potongan cabai rawit, bisa naik jadi level 10. Jadi masih tetap pedas,” tambahnya.

Salah seorang pembeli, Ahmad Antoni, saat ditemui di warung makan Bu Siti, Gunungpati Semarang, Sabtu (27/3/2021). Foto Arixc Ardana

Sementara, salah seorang pembeli, Ahmad Antoni, mengaku dengan kenaikan harga cabai setan, turut berimbas pada pedagang kuliner yang menyajikan beragam makanan bercita rasa pedas. “Bisanya kalau ke warung Bu Siti ini, pilihannya kalau tidak iwak mangut, ya belut pedas atau balado belut. Rasanya enak, pedasnya nendang, bahkan sampai bikin keringetan,” paparnya.

Kini dengan kenaikan harga cabai setan, yang menjadi bahan utama untuk menghadirkan cita rasa pedas, dirinya pun bisa memakluminya. “Ya, bagaimana lagi, sebagai pembeli bisa memakluminya. Kalau kurang pedas, bisa ditambah irisan potongan cabai rawit. Rasanya tetap pedas, tetap enak dan nikmat,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan pembeli lainnya, Senot Puji. Warga Gunungpati Semarang ini, mengaku salah satu penggemar makanan pedas, khususnya ndas manyung. “Ndas manyung itu, ciri khasnya pedas. Kalau tidak pedas, tidak enak. Jadi makan sampai keringetan itu biasa. Ini khasnya di Semarang, jadi harus dicoba,” pungkasnya.

Lihat juga...