Inilah Cara Merawat Tabulampot agar Cepat Berbuah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Budi daya tanaman buah dalam pot (tabulampot), menjadi pilihan masyarakat perkotaan, yang ingin bercocok tanam. Selain praktis, juga tidak memerlukan lahan yang luas.

Namun di satu sisi, dengan sistem tabulampot tersebut, kebutuhan nutrisi harus diperhatikan sebab tanaman tidak bisa mencari sendiri karena dibatasi pot.

“Kecukupan kebutuhan nutrisi, menjadi hal utama yang harus diperhatikan dalam tabulampot. Hal ini karena tanaman, tidak bisa mencari sendiri ke dalam tanah,” papar petugas Urban Farming Corner (UFC) Dinas Pertanian Kota Semarang, Wahyudi, saat dihubungi di Semarang, Senin (29/3/2021).

Petugas Urban Farming Corner (UFC) Dinas Pertanian Kota Semarang, Wahyudi, saat dihubungi di Semarang, Senin (29/3/2021). Foto: Arixc Ardana

Untuk itu, perlu ditambahkan pupuk kompos dan NPK, per dua minggu sekali. Tujuannya, agar media tanam yang digunakan dalam tabulampot tetap terjaga nutrisinya.

“Usahakan agar tanah atau media tanam tersebut, jangan sampai terlalu padat. Minimal sebulan sekali tanah tersebut, harus diaduk-aduk agar tidak terlalu padat. Penyiraman juga cukup dilakukan sekali, bisa pagi atau sore hari,” lanjutnya.

Dijelaskan, dengan kondisi tanah yang gembur, memudahkan tumbuh kembang akar.

“Nantinya saat sudah muncul bunga, juga perlu dilakukan pemupukan, khususnya NPK. Ini agar bunga yang ada, tidak mudah rontok. Jadi perlu diperkuat,” terangnya.

Tidak hanya itu, agar nutrisi yang terserap tanaman bisa fokus pada pembentukan bakal buah, perlu dilakukan pemotongan.

“Jadi pucuk daun, di setiap ranting yang ada bunga atau bakal buah, perlu dipotong. Hal ini diperlukan agar, fokus pertumbuhan ada bunga atau bakal buah, tidak terbagi dengan pucuk daun,” tandasnya.

Terpisah, hal senada juga disampaikan Koordinator Petugas Kebun Wisata Agro Purwosari Semarang, Agus Prasetyo.

Dijelaskan, berbeda dengan tanaman yang ditanam secara langsung di tanah, tabulampot ditujukan untuk mempercepat pembentukan bunga dan buah, tidak untuk mempertinggi tanaman.

“Jika nutrisi yang diserap hanya untuk dahan dan daun, maka tabulampot tersebut membutuhkan waktu yang relatif lama untuk berbunga, apalagi berbuah. Untuk itu perlu adanya pemangkasan,” terangnya.

Tidak hanya pemangkasan pucuk daun, saat muncul bunga, juga perlu dilakukan pemotongan dahan.

“Booster atau pemercepat tumbuhnya bunga atau bakal buah juga diperlukan. Selain pupuk, juga bisa digunakan booster bunga atau buah. Ini bisa didapatkan di toko pertanian,” tambahnya.

Pupuk kandang yang sudah terfermentasi, juga bisa digunakan sebagai booster, untuk mempercepat munculnya bunga, hingga menjadi bakal buah.

“Mudah-mudahan dengan cara ini, nutrisi tanaman terpenuhi, sehingga pembentukan bunga dan buah bisa semakin cepat,” pungkasnya.

Lihat juga...