Inilah Taman Inspirasi Ketahanan Pangan di Ciracas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Di tangan warga RW 004, Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur, lahan kumuh yang pernah menjadi tempat pembuangan sampah, bisa disulap menjadi Taman Inspirasi.

Taman yang dibangun pada 20 Januari 2020 ini berada di tengah pemukiman warga RW 004 yang terdiri dari 16 RT.

“Lahan kumuh ini kan membawa penyakit, maka kita ubah jadi Taman Inspirasi sebagai upaya bentuk pelestarian lingkungan hijau dan ketahanan pangan warga,” ujar Sujud Hervin, Ketua Seksi Kelestarian Lingkungan Hidup (KHL) RW 004, Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur, kepada Cendana News saat ditemui di Taman Inspirasi, Senin (1/3/2021).

Dikatakan Sujud, pemanfaatan taman ini untuk menanam ragam jenis sayuran yang ditanam dengan sistem hidroponik, seperti bayam merah, cabai, pokcai, sawi, dan kangkung.

Selain itu juga terdapat tanaman obat (toga), rempah-rempah, dan pohon buah-buahan, di antaranya jambu biji (klutuk), jambu air, pepaya, mangga, jeruk dan anggur yang ditanam langsung di tanah.

Di taman ini juga terdapat budi daya ikan lele yang di atas kolamnya ditanami sayuran bayam merah dengan sistem hidroponik. Juga tanaman eceng gondok terhampar di dalam kolam itu.

Di samping kolam ikan itu, terdapat sebuah saung berwarna hijau, yang kolongnya adalah kolam sebagai budi daya ikan lele.

Di area taman juga dilengkapi dengan pengembangan bank sampah yang beroperasi setiap hari Rabu dan Minggu.

Sehingga warga bisa menyetorkan sampah yang dikumpulkannya ke bank sampah ini untuk kemudian ditimbang dan diberikan buku tabungan sebagai bukti transaksi sampah.

Pembuatan pupuk kompos juga dilakukan di area Taman Inspirasi ini. Hasil produksi komposnya dimanfaatkan untuk menyuburkan sayuran dan pohon buah-buahan yang ditanam di taman ini.

“Diharapkan Taman Inspirasi ini menjadi daya tarik tersendiri. Karena disamping memberi manfaat bagi ketahanan pangan juga sebagai edukasi bagi warga, cara bercocok tanam dalam upaya urban farming atau pelestarian lingkungan,” ungkap Sujud.

Semua jenis sayuran yang ditanam di area ini menurutnya, dapat dipanen setelah usia tanam satu bulan. Hasil panen semua jenis sayuran dijual kepada warga dengan harga Rp15 ribu per kilogram. Begitu juga dengan budi daya lele dihargai Rp25 ribu per kilogram.

Hasil penjualannya dimasukkan ke dalam kas RW, yang kemudian digunakan untuk perawatan sayuran dan budi daya ikan serta pengembangan urban farming.

Dalam pengembangan Taman Inspirasi ini ke depan dilengkapi dengan perpustakaan yang juga ada Wifi. Perpustakaan ini menurutnya, sebagai sarana edukasi untuk anak-anak di lingkungan RW 004.

“Buku-buku sudah banyak terkumpul, nanti akan ditata rapi di atas saung itu. Jadi anak-anak bisa membaca ragam buku sebagai jendela ilmu bagi mereka. Insyaallah kalau Covid-19 telah berakhir, perpustakaan dilengkapi wifi akan diaktifkan,” ujar Sujud.

Terpenting lagi, kata Sujud, keberadaan Taman Inspirasi ini sebagai sarana untuk diskusi pengurus RW dan RT serta para kader PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga). Dalam merumuskan berbagai ide terkait pelestarian lingkungan di RW 004. Juga mencari solusi dalam memecahkan berbagai masalah lingkungan.

“Taman Inspirasi ini, sebagai sarana pengurus untuk menyelesaikan semua masalah yang ada di RW 004, utamanya yang menyangkut lingkungan hidup kita pecahkan bersama di taman ini. Jadi ide dan gagasan urban farming serta ketahanan pangan dari 16 RT bisa disampaikan di taman ini, kita rembuk bersama,” jelas Sujud.

Sehingga Sujud berharap dari Taman Inspirasi ini semua warga tergerak untuk melakukan penghijauan lingkungan di halaman rumahnya.

Pihaknya juga memanfaatkan lingkungan untuk pengembangan ketahanan pangan. Apalagi saat ini pandemi masih melanda, tentu kebutuhan pangan warga harus tercukupi.

“Kami bersinergi dengan warga dalam mengembangkan inovasi pelestarian lingkungan dalam mewujudkan ketahanan pangan,” imbuhnya.

Terkait pembangunan taman ini, menurutnya, berasal dari swadaya warga RW dan RT serta sumbangan dana dari corporate social responsibility (CSR) perusahaan yang ada di sekitar lingkungan RW 004.

“Dengan modal swadaya warga Rp10 juta, kita memberanikan bangun taman ini, dan alhamdulillah dapat sumbangan dari CSR perusahaaan, hingga sarana taman ini berkembang,” ujarnya.

Ke depan dia berharap, Taman Inspirasi ini tidak hanya sebagai percontohan, tapi juga mendorong masyarakat  di Kelurahan Ciracas untuk menjadikan lahan-lahan kosong sebagai tempat yang bermanfaat.

“Diharapkan, taman ini sebagai barometer dari kehidupan perkotaan yang berlahan sempit untuk ide penghijauan warga di sekitarnya,” pungkas Sujud.

Lihat juga...