Internet Masuk Desa Dukung Bantar Agung Menuju Desa Wisata

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Ketua Koperasi Bantar Agung, Heryanto di Majalengka, Jumat (26/3/2021). (FOTO : Hermiana E. Effendi)

MAJALENGKA — Persiapan program internet masuk desa sebenarnya sudah selesai, baik persiapan infrastruktur hingga Sumber Daya Manusia (SDM), hanya saja untuk lounching masih menunggu pandemi mereda. Sebab, program tersebut dipersiapkan untuk mendukung pencanangan Bantar Agung, Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat sebagai desa wisata.

Ketua Koperasi Bantar Agung, Heryanto mengatakan, selaku inisiator dari program internet masuk desa, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait maupun pihak desa dan semua meminta agar peluncuran program internet masuk desa dilakukan secara terbuka. Hal tersebut sebagai salah satu upaya pendukung Bantar Agung menjadi desa wisata.

“Semua pihak meminta agar lounching dilakukan terbuka, sebagai penarik supaya wisatawan datang, sementara saat ini, kondisi masih pandemi Covid-19 dan bahkan salah satu wilayah di Majalengka ada yang masuk zona merah. Sehingga rencana peluncuran masih ditunda dulu,” terangnya, Jumat (26/3/2021).

Lebih lanjut Aher, sapaan Heryanto menjelaskan, program internet masuk desa sudah siap secara keseluruhan, baik pemasangan jaringan, alat hingga SDM. Rencananya, untuk bulan pertama peluncuran, internet digratiskan bagi seluruh warga desa selama satu bulan penuh. Setelah itu, pihak koperasi akan menjual voucher internet seharga Rp30.000 untuk akses layanan internet per bulan.

Program internet masuk ini berawal dari masukan masyarakat serta para tokoh di Desa Bantar Agung, melihat kebutuhan internet semasa pandemi untuk keperluan pembelajaran daring anak-anak sekolah. Sementara akses internet di desa tersebut masih minim. Pihak Koperasi Bantar Agung kemudian mengajukan ke Yayasan Damandiri dan disetujui.

“Jaringan internet di sini masih sangat minim, bahkan untuk jaringan seluler juga masih sedikit yang bisa menjangkau. Sehingga kebutuhan masyarakat akan jaringan internet banyak yang belum terpenuhi dan Yayasan Damandiri siap memfasilitasinya, hanya saja sekali lagi, terkendala pandemi,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu warga Desa Bantar Agung, Marta mengatakan, kebutuhan internet sangat mendesak di desanya. Sebab sampai saat ini, anak-anak sekolah masih melakukan pembelajaran daring. Ia pun berharap, program internet masuk desa segera direalisasikan.

“Sangat butuh internet sekarang ini, apalagi untuk bulan pertama katanya gratis, selanjutnya baru beli voucher internet Rp30.000 untuk sebulan. Itu termasuk murah, karena bisa digunakan untuk satu rumah dan kita tidak perlu lagi membeli kuota. Anak-anak juga bisa belajar dari rumah, tidak perlu lagi pergi ke lokasi tertentu untuk mendapatkan wifi gratis,” katanya.

Lihat juga...