Istiqlal Jadi ‘Role Model’ Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) diharapkan dapat berperan besar dalam memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan konsep pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid. 

“Masjid Istiqlal dikembangkan jadi role model masjid sebagai pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi, bukan hanya sebagai tempat ibadah,” ujar Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki, pada penandatanganan MoU  Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid, di Gedung Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), Jakarta, Kamis (25/3/2021), melalui rilisnya yang diterima Cendana News.

Dalam pemberdayaan ekonomi umat, BPMI akan memanfaatkan pelataran Masjid Istiqlal yang luasnya sekitar 12 hektare. Dengan melakukan  kurasi produk-produk UMKM dari para tenant. 

Role Model Masjid Istiqlal ini juga akan dikerjasamakan dengan masjid-masjid lainnya dengan melakukan pengembangan usaha milik jamaah.

Teten berharap sinergi ini dapat mendorong pengembangan koperasi dan UMKM di Indonesia dengan memaksimalkan potensi ekonomi masyarakat yang berbasis rumah ibadah.

Senada dengan Teten, Imam Besar Masjid Istiqlal selaku Ketua Harian BPMI,  Prof. Dr. Nasaruddin Umar mengatakan, pemberdayaan usaha milik para jemaah masih membutuhkan banyak bimbingan dan pendampingan.

Apalagi  masjid itu memiliki 27 fungsi, yang satu di antaranya adalah sebagai pusat pendidikan dan ketrampilan.

“Dulu di zaman Rasulullah SAW, pernah melakukan ekspor kerajinan dari kayu yang berasal dari masjid,” ujar Nasaruddin.

Selain menjadi tempat ibadah, menurutnya, masjid juga berfungsi sebagai wadah kontrol sosial. Bahkan, masjid berkewajiban mengetahui kondisi lingkungan sekitarnya, terutama yang berkaitan dengan urusan sumber penghidupan atau ekonomi jemaah.

“Semua rumah ibadah, tidak hanya masjid, harus dijadikan sebagai satu kekuatan ekonomi yang ada di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Dia berharap kedepannya, masjid sebagai pusat pengembangan ekonomi mikro di seluruh Indonesia.

Sehingga menurutnya, semua kebutuhan pokok masyarakat Indonesia bisa dipenuhi dari masjid.

“Ada sekitar 800 ribu masjid dan 200 ribu musala, yang kalau disinergikan akan menjadi kekuatan yang sangat dahsyat,” pungkas Prof. Dr. Nasaruddin Umar yang merupakan mantan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Lihat juga...