JKPI Diharap Berperan Lestarikan Cagar Budaya Nusantara

BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengharapkan peran yang besar dari Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) dalam upaya pelestarian cagar budaya yang tersebar di seluruh Nusantara agar dapat mendongkrak perekonomian dari sektor wisata.

“Tujuan utamanya mendongkrak kunjungan wisatawan dan meningkatkan perekonomian daerah, maka secara otomatis mampu menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran,” kata Aminullah Usman, di Banda Aceh, Rabu (31/3/2021).

Pernyataan itu disampaikan Aminullah dalam sambutannya pada Seminar Internasional pada kegiatan Pra Kongres V JKPI di Ibu kota Provinsi Aceh.

Aminullah juga meminta JKPI dapat melahirkan rekomendasi dalam rangka peningkatan pemanfaatan kelebihan daerah masing-masing, sehingga bisa menggugah masyarakat dunia untuk hadir, akhirnya berdampak pada sektor ekonomi.

Aminullah mengungkapkan, pihaknya telah membuktikan pembangunan sektor pariwisata seiring dengan perdagangan dan jasa yang juga menjadi sektor andalan, telah membawa Banda Aceh ke arah yang lebih baik.

“Walau Aceh disebutkan sebagai provinsi termiskin di Sumatera, tapi Banda Aceh satu-satunya kabupaten/kota yang masuk zona hijau kemiskinan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif JKPI Nanang Asfarinal menyebut salah satu hasil mufakat pihaknya adalah melahirkan ibu kota kebudayaan.

“Ini merupakan produk Pra Kongres V JKPI, dan menetapkan Banda Aceh sebagai Ibu kota Kebudayaan Indonesia 2021,” kata Nanang.

Menurutnya, program tersebut bukan baru sekarang terbersit, melainkan sudah menjadi api preseden dari negara-negara lain, seperti di Eropa, Arab dan Amerika Latin. Ibu Kota kebudayaan menjadi pemicu bagaimana suatu kota bisa bangkit dan bangga akan potensi budayanya.

“Untuk itu, saya berharap kita semua mendukung gerakan ini yang akan di-launching di Kota Bogor pada Kongres V mendatang,” ujar Nanang. (Ant)

Lihat juga...