Kampus Dinilai Berperan Penting Bantu Pemanfaatan Dana Desa

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Staf Khusus Menteri, Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal, dan Transmigrasi, Ahmad Iman Syukri, M.Hum, menilai, kampus atau perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membantu upaya transformasi desa ke arah yang lebih baik.

Melalui program seperti KKN atau Kampus Merdeka, mahasiswa sangat diharapkan agar bisa membantu pemerintah desa memanfaatkan dana desa demi kemajuan dan kepentingan seluruh masyarakat desa.

Menurut Iman, sampai saat ini kebijakan penyaluran Dana Desa telah memasuki tahun ke 7. Setiap tahunnya, setiap desa di Indonesia tercatat menerima dana desa mencapai Rp700 juta-Rp1 miliar per tahun.

Pada 5 tahun pertama, dana desa lebih banyak digunakan untuk pembangunan infrastruktur, maka saat ini dana desa lebih diarahkan untuk pembangunan SDM yang disesuaikan kebutuhan desa masing-masing.

“Saat ini dana desa tidak boleh hanya digunakan untuk pembangunan fisik dan mengejar serapan saja. Tapi harus disesuaikan kebutuhan desa masing-masing. Kampus dengan program KKN mahasiswanya, memiliki peran besar dalam mendorong desa melakukan inovasi baru agar pemanfaatan dana desa bisa lebih maksimal. Khususnya meningkatkan ekonomi masyarakat desa,” ujarnya dalam seminar nasional daring bertema Akselerasi Pembangunan Desa Melalui Implementasi Kampus Merdeka, yang digelar Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Kamis (4/3/2021).

Upaya mendorong inovasi desa oleh mahasiswa KKN tersebut dikatakan bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak swasta maupun BUMDes setempat. Yakni dalam mengatasi berbagai persoalan yang ada di tingkat desa.

“Upaya untuk mendorong inovasi baru di desa-desa ini bisa dilakukan dengan menggandeng BUMDes, misalnya dalam mengembangkan desa wisata atau produk lokal warung desa, dan lainnya. Yang jelas, kampus sebagai stakeholder dan juga desa harus bisa ikut membantu meningkatkan perekonomian,” katanya.

Tak hanya mahasiswa, dosen atau peneliti di perguruan tinggi pun, dikatakan juga bisa berperan dalam melakukan transformasi dan meningkatkan perekonomian desa. Misalnya dengan melakukan penelitian-penelitian, bekerjasama dengan BUMDes setempat guna menghasilkan inovasi maupun teknologi baru bagi masyarakat desa

“Upaya penelitian kampus, misalnya tentang alih teknologi pertanian maupun peternakan sebenarnya bisa dijalankan dengan menggunakan dana desa. Yakni dengan cara bekerjasama dengan BUMDes,” paparnya.

Hingga saat ini, disampailan Iman, tercatat telah ada sebanyak 116 Perguruan Tinggi di Indonesia yang menjalankan program kampus masuk desa.

Melalui program kampus merdeka untuk desa, pemerintah juga memberikan keleluasaan bagi kampus dalam membangun desa-desa binaan lewat program-program yang dijalankannya.

Seperti melakukan asesmen desa, pelatihan-pelatihan alih teknologi pertanian, maupun upaya meningkatkan SDM desa, dan lainnya.

“Semua itu dilakukan untuk mewujudkan 18 tujuan pembangunan berkelanjutan desa (SDGs) di antaranya mewujudkan desa tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, desa sehat sejahtera, pendidikan berkualitas, desa berkebudayaan, dan lainnya,” pungkasnya.

Lihat juga...