Kecelakaan Fatal tak Halangi Atlet BMX Ini Terus Berkarier

Editor: Koko Triarko

MALANG – Vaza Aisyah Rahma (9), merupakan salah satu atlet sepeda BMX berpotensi yang dimiliki Kabupaten Malang. Sederet prestasi telah berhasil ia torehkan di berbagai ajang. 

Vaza cilik mulai mengenal olahraga sepeda BMX sejak usia  lima tahun. Meskipun sempat mengalami kecelakaan pada saat melakoni pertandingan pertamanya, namun tak sedikit pun memupuskan semangat anak pertama dari dua bersaudara pasangan Ahmad Victoria Ashari dan Inayah ini untuk terus berprestasi.

Victor menceritakan, saat melakoni race pertamanya di ajang Banyuwangi BMX Internasional, Vaza langsung mengalami dua kali kecelakaan. Di moto pertama, Vaza sempat terjatuh ketika melakukan start karena dia belum siap untuk jumping, namun beruntung putrinya tersebut masih mampu berdiri.

Selanjutnya di moto ke dua, karena Vaza sangat berhati-hati, dia bisa aman. Kemudian di moto ke tiga, Vaza bertabrakan dengan peserta lainnya dan terseret sejauh 3 meter.

“Kalau yang di moto ke tiga ini Vaza sudah tidak bisa bangun lagi dan langsung dilarikan ke UGD rumah sakit darurat,” ujarnya kepada Cendana News, saat mendampingi Vaza berlatih di area Velodrome kota Malang.

Melihat kejadian tersebut, Victor sebagai orang tua mengaku khawatir, bahkan sempat tidak mengizinkan anak perempuannya tersebut untuk mengikuti lomba BMX.

“Saat itu karena memang pertama kali, kami sebagai orang tua apalagi anak perempuan juga was-was, khawatir seolah-olah kita tidak mau lagi mengikutkan Vaza berlomba. Tapi, didorong dari kemauan anaknya sendiri yang entah kenapa setelah kejadian tersebut justru membuat Vaza makin penasaran dengan BMX,” ungkapnya.

Sepulang dari Banyuwangi, Vaza langsung minta latihan lagi karena dia tidak mau kalah, tapi Victor tidak menuruti keinginan anaknya tersebut.

Hari berikutnya, Vaza dengan berlinang air mata kembali meminta agar diizinkan untuk berlatih, dan Victor mau tidak mau akhirnya menuruti keinginan Vaza.

“Dari situ saya melihat, ternyata kemauan dan adrenalin Vaza makin dahsyat dari sebelum kejadian itu. Akhirnya, saya dan istri tidak menutup mata dan kita dorong terus Vaza agar bisa lebih berprestasi,” ucapnya.

Terbukti, hingga saat ini berbagai prestasi berhasil ia raih di beberapa ajang perlombaan, mulai level nasional hingga internasional. Di antaranya juara 1 di ajang piala KONI Kabupaten Blitar, juara 1 Badas BMX Night race, juara 2 Kejurprov ISSI Jawa Timur, juara 2 di ajang Banyuwangi BMX Internasional 2018 dan 2019 yang diikuti  oleh 19 negara.

“Ke depan, Vaza kita arahkan agar bisa masuk Puslacab Kabupaten Malang. Di Kabupaten Malang saat ini Vaza merupakan rider BMX perempuan satu-satunya di usia 9-10 tahun. Semoga ke depan di Kabupaten Malang ada fasilitas tempat latihan untuk olahraga sepeda, khususnya BMX,” harapnya.

Sementara itu, Vaza mengaku rutin melakukan latihan satu minggu tiga kali, dan hampir setiap hari latihan jika menjelang perlombaan.

“Selain latihan rutin bersama pelatih di velodrome, saya juga biasanya latihan sendiri di rumah seperti push up, seat up dan sepedaan,” akunya.

Menurutnya, meskipun sempat mengalami kecelakaan pada saat lomba, Vaza mengaku sama sekali tidak merasakan trauma, karena ia yakin Allah selalu melindunginya.

“Tidak trauma dan tidak takut ikut lomba lagi, karena Allah selalu melindungi,” pungkasnya.

Lihat juga...