Kedekatan Puskesmas – Masyarakat, Mudahkan Penanganan Pandemi

Editor: Koko Triarko

Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, dr. Monika Saraswati Sitepu, M.Sc., saat menjelaskan keunggulan puskesmas dalam penanganan COVID 19, dalam konpers online dari Graha BNPB Jakarta, Jumat (19/3/2021). –Foto: Ranny Supusepa

JAKARTA – Mudahnya akses masyarakat dan kedekatan masyarakat dengan petugas layanan di puskesmas, menjadi keunggulan dalam melakukan penanganan masalah kesehatan. Pengenalan wilayah dan hubungan baik dengan elemen desa, juga menjadi modal dalam melakukan penanganan kasus kesehatan.

Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, dr. Monika Saraswati Sitepu, M.Sc., menyatakan puskesmas merupakan layanan yang paling mudah diakses oleh masyarakat, karena lokasinya berada dekat dengan masyarakat.

“Selain itu, puskesmas memiliki tanggung jawab wilayah kerja, baik dalam satu kecamatan dan daerah di bawahnya. Atau jika memang wilayah kecamatan tersebut luas, maka dalam satu kecamatan bisa ada dua puskesmas. Artinya, mereka bisa memberikan layanan secara cepat pada kasus gangguan kesehatan,” kata dr. Monika dalam konpers online dari Graha BNPB Jakarta, Jumat (19/3/2021).

Kepala Puskesmas Langensari 2, Kota Banjar Jawa Barat, dr. Tika Awalia Kamal saat menjelaskan penanganan Covid-19 di Langensari 2, dalam konpers online dari Graha BNPB Jakarta, Jumat (19/3/2021). –Foto: Ranny Supusepa

Ia memaparkan, bahwa puskesmas memang memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang ada di wilayah kerjanya, dan memiliki kemampuan untuk menyusun perencanaan dan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayahnya.

“Tentunya puskesmas tetap harus berkoordinasi dengan forkopincam yang ada di sana, juga dengan pemdes dan elemen kunci masyarakat,” ungkapnya.

Dengan penerapan konsep PPK Mikro, ini seperti penegasan kembali peran puskesmas di wilayah kerjanya. Yaitu, sebagai pusat pelayanan maupun pemegang kendali koordinasi tindakan 3T.

“Dengan PPK Mikro, puskesmas mendapatkan suntikan energi dan support dari sistem yang sudah dikembangkan. Dan, puskesmas akan berperan dalam penanganan, pembinaan dan pendukung. Dan, bidang-bidang yang terdiri dari berbagai lintas sektor akan hadir mendukung puskesmas untuk melakukan perannya secara optimal,” tandasnya.

Kepala Puskesmas Langensari 2, Kota Banjar Jawa Barat, dr. Tika Awalia Kamal, menyatakan penanganan sudah berjalan selama setahun ke belakang.

“Penanganan memang harus dilakukan secara bersama. Mulai dari tingkat terkecil, ya RT dan RW hingga kecamatan, sesuai rekomendasi Kemenkes,” ujarnya.

Dalam melaksanakan 3T, ia menyebutkan ada bantuan dari pihak masyarakat, terutama yang berkompeten di bidang medis.

“Karena kondisi masyarakat yang masih menganggap Corona ini tidak ada. Dan, kalau ada yang positif, kami bekerja sama dengan bidan desa dan elemen pemerintah desa,” ujarnya, lebih lanjut.

Tapi, lanjutnya, kedekatan yang sudah terbina dengan masyarakat sebelum pandemi hadir, menjadi bagian penting yang memudahkan mereka melaksanakan penanganan pandemi maupun dalam melakukan layanan lainnya.

“Kerja sama itu menjadi lebih mudah, karena adanya kedekatan yang sudah terbina baik sejak dulu. Walaupun, masyarakat memang butuh diedukasi terus, tapi lebih mudah kalau memang kenal dan tentunya didukung oleh elemen desa lainnya,” pungkasnya.

Lihat juga...