Kelebihan Budidaya Lebah Madu Jenis Apis Mellifera

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Budidaya lebah madu dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Terutama jika memiliki bibit lebah yang berjenis unggul, seperti Apis Mellifera.

“Kalau kita ingin budidaya lebah madu, pertama pilih bibit lebah yang bagus yaitu jenis Apis Mallifera,” ujar Nardiyanto, staf Diklat dan Edukasi PT. Madu Pramuka kepada Cendana News ditemui di Taman Lebah Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Senin (22/3/2021).

Dia menyebut, lebah jenis ini badannya lebih besar dibandingkan dengan lebah lokal. Produksi madunya juga akan lebih banyak dan lebih cepat. Jenis ini juga tidak menyengat dan lebih jinak. Bahkan bisa dipegang tanpa alat pengaman.

“Lebah Apis Mellifera adalah lebah asli Australia yang paling banyak di budidayakan di Indonesia maupun seluruh dunia. Budidaya lebah ini lebih mudah, karena tidak agresif tapi mampu menghasilkan madu yang lebih banyak,” ungkap Ade demikian panggilan akrab Nardiyanto.

Bibit lebah yang diperlukan meliputi lebah ratu, lebah pekerja dan lebah jantan. Bibit yang sudah didapat kemudian kata dia, pindahkan ke sarang berbentuk kotak berbahan kayu.

Sebelum memulai usaha, sebaiknya tentukan lokasi yang mendukung siklus kehidupan lebah madu.

“Dengan suhu udara yang bagus, pakan yang banyak di sekitar area, baru kita bisa mengembangkan koloni lebah madu yang hidupnya secara berkelompok, yang terdiri dari lebah ratu, lebah pekerja dan lebah jantan,” urainya.

Jadi sebut dia, siklus kehidupan lebah madu meliputi lebah ratu yang memiliki lebah pekerja dan lebah jantan yang saling hidup bersama membentuk sebuah koloni.

“Ratu fungsinya hanya untuk memperbanyak koloni yaitu bertelur mengantikan lebah-lebah yang sudah dewasa atau mati. Karena lebah ini hidupnya cepat hanya dua bulan. Jadi harus tergantikan oleh telur-telur ratu yang baru,” ungkap Ade.

Dalam satu koloni setidaknya ada 30 ribu sampai 60 ribu ekor lebah pekerja yang ukurannya paling kecil jika dibandingkan dengan lebah ratu dan jantan.

Tugasnya adalah membangun sarang lebah sebagai tempat bertelurnya lebah ratu, mengumpulkan makanan berupa nectar, tepung sari dan air. Juga memberi makan lebah ratu dan jantan, menjaga sarang dari musuh, dan membersihkan sarang.

“Budi daya lebah madu dilakukan dengan mengembangkan koloni lebah untuk menghasilkan madu yang lebih banyak,” ujarnya.

Yakni kata dia, lebah madu disediakan di rumah berupa kotak kayu untuk dijadikan sebagai sarang. Sarang lebah tersebut akan memuat madu hasil panen budi daya.

Sekiranya diperlukan sekitar 40-100 kotak kayu untuk dijadikan sarang budidaya lebah madu ini.

Lebih lanjut dia menegaskan, cuaca sangat mempengaruhi produktifitas. Suhu ideal adalah di bawah 25 derajat celsius. Selain itu, tempat budidaya juga harus area terbuka yang bisa ditanami banyak bunga. Area juga harus jauh dari pemukiman maupun lalu lalang manusia.

Sedangkan lebah Apis Mellifera biasanya panen madu setelah 10 hari koloni aktif membangun sarang.

“Lebahnya berkembang, kita akan panen produk madu atau propolis. Kalau madu yang ideal itu 10 hari sekali panen dengan catatan mesti bunga raya bagus. Tapi kalau musim bunganya selang-seling, ya tidak bisa 10 hari sekali panen madunya,” tuturnya.

Banyaknya madu yang dipanen jelas dia, yakni tergantung koloni dan sisiran kotak kayunya ada berapa. “Itu juga pengaruh keluarga lebahnya. Kalau keluarga lebahnya banyak, itu bisa menghasilkan 5-6 kilogram madu per 10 hari panen,” ujarnya

Terpenting lagi ini kata Ade, yakni sumber daya manusia (SDM) yang didukung keterampilan tentang budidaya lebah madu meliputi pengelolaan, perawatan, dan produksi.

Sehingga kata dia, harus dimulai dengan cara bersahabat dengan lebah. Jika lebah madu itu diperlakukan dengan halus, maka lebah ini pun akan bersahabat.

“Jangan ada minat budidaya madu ketika mendekati lebah sudah takut. Maka bagaimana kita bisa merawat lebah dengan baik. Ya karena biar bagaimana sejinak-jinaknya lebah ini juga ada indikator penyengat,” tukasnya.

Lebih lanjut dia menyebut, manfaat lain dari budidaya lebah madu Apis Mellifera, selain madu yang dihasilkan juga royal jelly, bee pollen, propolis, lilin dan bee venom atau racun lebah yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Lihat juga...