Kembang Suyok Mudah Dibudidayakan, Laku di Pasaran

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Budi daya tanaman hias seperti bunga, menjadi kebiasaan banyak orang untuk menghiasi pekarangan rumah atau untuk membuat taman. Tapi, tidak sedikit di antara mereka membudidayakannya untuk mendapatkan penghasilan.

Hal tersebut dikakukan salah seorang petani di Bekasi, Herwandi. Ia memilih budi daya kembang suyok yang biasa digunakan untuk pembuatan papan ucapan, di lahan terbatas wilayah Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Teman yang lain budi daya kembang pacar air, kenanga atau pandan. Saya menggunakan dua petak lahan ini untuk budi daya kembang suyok, untuk keperluan papan bunga ucapan. Alhamdulillah, permintaan cukup banyak juga,”ujar Herwandi, kepada Cendana News, Senin (29/3/2021).

Dikatakan, kelebihan kembang suyok yang dibudidayakan bisa bertahan beberapa hari setelah dipetik. Tidak mudah layu, karena seperti bunga kertas, karenanya kerap dipakai untuk papan bunga sebagai hiasan di tepi atau tulisannya langsung.

Menurutnya, budi daya kembang suyok tidak perlu perawatan khusus, tapi lahan harus tetap diurus, dibersihkan dari rumput liar. Untuk harga kembang suyok, sistem paketan, bisa Rp23 ribu satu paket dengan jumlah tertentu.

Sebenarnya, imbuh dia, ada beberapa jenis kembang suyok, seperti warna putih atau merah muda. Tapi, yang lebih diminati biasanya warna kuning.

“Selain kembang suyok, juga budi daya daun pandan untuk tambahan. Untuk kembang suyok sudah ada tempat khusus yang membeli, bahkan tidak jarang dibeli juga oleh perajin untuk dijadikan hiasan, karena kembang suyok bisa tahan lama,” jelas Herwandi.

Memasuki lahan kosong di ujung Kompleks Pemda Jatiasih tersebut, para petani menjadikan lahan kosong yang telah dikelilingi tembok untuk budi daya aneka tanaman kembang. Sehingga ketika memasuki lahan, seolah tengah berada di taman tertentu karena suguhan aneka bunga yang tengah mekar.

Ketika Cendana News ke lokasi terlihat beberapa warga lainnya mulai membuka lahan yang banyak ditumbuhi rumput ilalang untuk ditanami jenis kembang yang sama, agar lahan bermanfaat dan tempat ini makin indah dipenuhi aneka kembang.

“Kami tidak tahu ini lahan siapa, kami buka saja untuk dimanfaatkan. Tidak ada bayar sewa atau lainnya, jika sudah mau dimanfaatkan pemilik, tentunya kami tidak minta ganti rugi atau hal lainnya,”ujar warga lain mengaku bernama Ranto, warga yang tengah membuka lahan tersebut.

Ia mengaku akan menanami lahan yang dibukanya seperti tanaman kembang yang sudah ada di wilayah setempat. Menurutnya, tanaman kembang cocok di lahan kosong, karena memiliki tanah yang subur dan dikelilingi aliran air.

Lihat juga...