Kemenag akan Rekrut 36.798 PPPK Guru Agama dan Madrasah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) akan kembali melakukan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru agama dan madrasah tahun ini. Total ada 36.798 formasi PPPK guru agama dan madrasah yang telah disiapkan.

Sekretaris Jenderal Kemenag, Nizar Ali mengatakan, dari total jumlah tersebut pihaknya telah mengalokasikan sebanyak 9.495 formasi PPPK khusus untuk guru madrasah.

“Tahun ini, ada 9.495 formasi PPPK yang disiapkan bagi guru madrasah. Mereka adalah eks Tenaga Honorer K-II yang tidak dapat mengikuti seleksi PPPK pada tahun 2019,” kata Nizar saat dihubungi Cendana News, Kamis (25/3/2021).

Sementara itu sisanya, sebanyak 27.303 formasi PPPK khusus untuk guru agama di sekolah negeri. Kata Nizar, formasi ini tersebar pada sekolah negeri yang ada di 393 pemerintah daerah.

“Jumlah ini terdiri atas 22.927 formasi guru agama Islam, 2.727 guru agama Kristen, 1.207 guru agama Katolik, 403 guru agama Hindu, dan 39 guru agama Buddha,” jelasnya.

Lebih lanjut, Direktur Pendidikan Agama Islam, Rohmat Mulyana menambahkan, bahwa saat ini tim Kemenag tengah menyusun soal dan modul tes seleksi PPPK.

“Soal test, modul pembelajaran sebelum tes, dan panduan wawancara pada seleksi PPPK 2021 disusun oleh konsorsiun yang dibentuk oleh Setjen Kemenag. Tim ini terdiri atas para akademisi dari Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri atau PTKN,” ungkap Rohmat.

Menurut Rohmat, konsorsium akan dibagi menjadi dua tim, penyusun soal tes kompetensi teknis dan penyusun modul pembelajaran sebelum tes serta panduan wawancara. Meski demikian, mereka bekerja berdasarkan kisi-kisi yang sama.

“Ini dilakukan agar soal latihan yang ada di modul tidak muncul berulang pada soal tes,” ujar Rohmat.

Kerja para akademisi ini, lanjut Rohmat, akan dipantau oleh tim kesekretariatan yang beranggotakan unsur Sekretariat Jenderal, Ditjen Pendidikan Islam, serta Ditjen Bimbingan Masyarakat dari empat agama. Pemantauan dilakukan secara ketat untuk memastikan penyusunan soal yang dikerjakan oleh para akademisi memiliki kualitas terstandar serta kerahasiaannya juga terjaga.

“Sebelum bekerja, para penyusun soal akan menandatangani pakta integritas. Penyusunan soal akan dimulai pada 28 Maret dan ditargetkan selesai maksimal dua bulan ke depan untuk diserahkan ke Panitia Seleksi Nasional. Sebab, seleksi PPPK rencananya mulai digelar pada Agustus 2021,” pungkasnya.

Lihat juga...