Kemenag: Rajin Membaca Dapat Hindarkan Masyarakat dari Sikap Ekstrimisme

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani mengapresiasi Perpusnas yang memiliki perhatian kepada para pelajar Islam. Menurut Dhani, buku adalah jendela ilmu dan dunia yang dapat memperluas wawasan manusia, sehingga dapat terhindar dari sikap ekstrimisme yang ekslusif.

“Kemenag saat ini tengah mengampanyekan moderasi beragama melalui lembaga pendidikan keagamaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pemahaman keagamaan secara luas kepada peserta didik. Buku bacaan, lanjut Dhani, akan sangat mendukung program ini sebagai sarana membuka wawasan pemikiran mereka,” kata Dhani ini usai serah terima hibah buku secara simbolis di gedung Perpusnas, Kamis (18/3/2021).

“Beragama tanpa pemahaman literasi yang kuat mungkin saja akan tersesat pada ruang ekstrimisme, kiri maupun kanan,” sambungnya.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung ini berharap, sinergi Kementerian Agama dan Perpusnas terus berjalan. Salah satunya, dalam memfasilitasi literasi guru-guru madrasah yang memiliki passion dalam menulis dan melakukan penelitian.

“Semoga sinergi ini semakin kuat. Kita terus perkaya literasi kita khususnya di lingkungan Kemenag dan umat beragama,” tandasnya.

Kementerian Agama menerima bantuan 500 ribu buku dari Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas). Buku dengan berbagai genre dan tema ini akan didistribusikan kepada unit-unit pendidikan binaan Kementerian Agama, seperti Madrasah dan Pondok Pesantren.

Kepala Perpusnas RI, Muhammad Syarif Bando menyambut baik ide tersebut. Syarif mengatakan, untuk tahap awal pihaknya akan memfasilitasi para guru madrasah untuk dapat mengakses perpustakaan digital milik perpusnas dengan mudah.

“Untuk pendataan dan teknisnya akan dibicarakan lebih lanjut, dan akan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB),” tambah Syarif.

Bantuan buku merupakan salah satu program tahunan Perpusnas dalam rangka meningkatkan akses literasi seluruh warga negara. Bantuan diberikan kepada instansi pemerintah melalui kerjasama antarlembaga maupun pihak swasta yang mengajukan proposal.

Tahun ini Perpusnas mendapatkan pagu anggaran senilai Rp675,53 miliar, termasuk untuk program hibah buku. Meskipun mengalami penurunan karena refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, Perpusnas berkomitmen terus meningkatkan kinerja layanan literasi kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Sebelumnya, dalam rapat dengan DPR, Perpusnas diminta memaksimalkan perannya dalam mengatasi rendahnya budaya literasi, inovasi, dan kreativitas masyarakat, di tengah turunnya anggaran belanja hingga 30,9 persen dari pagu normalnya.

Lihat juga...