Kemenkeu Hadirkan Kompetisi Lelang Sukarela Produk UMKM

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Dalam rangka mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) menghadirkan kompetisi Lelang Sukarela Produk UMKM tahun 2021.

Kompetisi lelang ini  diikuti oleh 71 Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), serta terbuka bagi Balai Lelang, dan Pejabat Lelang kelas II di seluruh Indonesia.

Dirjen Kekayaan Negara, Rionald Silaban mengatakan, bahwa kompetisi Lelang UMKM tidak sekadar mewajibkan para peserta untuk menyelenggarakan lelang, melainkan mendorong mereka untuk berinovasi demi tercapainya produktivitas lelang UMKM yang setinggi-tingginya.

“Para peserta akan dituntut untuk mengembangkan terobosan-terobosan yang mampu menarik minat pelaku UMKM terhadap lelang, mengoptimalkan kegiatan pemasaran, meningkatkan sinergi dan kerja sama pihak-pihak terkait, serta menjamin mekanisme penyerahan barang yang efektif dan efisien,” ujar Rionald dalam acara Pencanangan Kompetisi Lelang UMKM, Selasa (23/3/2021) secara virtual.

Menurut Rionald, lelang sukarela produk UMKM sudah pernah dilakukan sebelumnya di tahun 2020  diikuti oleh 53 KPKNL, hasilnya pun memuaskan, tercatat sebanyak 1.101 objek lelang sukses terjual dengan pokok lelang yang dihasilkan sejumlah Rp235 juta.

“Hal ini menunjukkan tingginya potensi lelang sukarela produk UMKM yang ditunjang oleh penyelenggaraan lelang oleh DJKN untuk tahun 2021 ini,” tandas Rionald.

Digitalisasi layanan lelang dan ketersediaan kantor pelayanan lelang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, lanjut Rionald, juga telah menjadikan lelang sebagai salah satu instrumen jual beli yang mampu mengakomodir kebutuhan niaga masyarakat.

“Kita berharap kegiatan lelang ini nantinya bisa semakin populer di tengah masyarakat, dan tentunya dapat turut membantu mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi,” ucap Rionald.

Pada forum yang sama, Direktur Lelang DJKN Joko Prihanto, menambahkan, bahwa para peserta lelang diberi kesempatan hingga 16 April 2021 untuk menyampaikan proposal kegiatan lelang UMKM yang akan diusung.

“Adapun penyelenggaraan kompetisi Lelang UMKM berlangsung sepanjang bulan April hingga minggu kedua Agustus 2021, dengan hasil kegiatan yang disusun dalam laporan dan diberikan ke panitia pada minggu pertama September 2021,” katanya.

Joko menekankan, agar laporan hasil kegiatan sedikitnya memuat upaya yang telah dilaksanakan, kendala, dan manfaat kegiatan lelang UMKM bagi masyarakat dan DJKN. Pengumuman juara kompetisi akan dilakukan pada minggu keempat September 2021.

“Seluruh inovasi peserta pada kompetisi Lelang UMKM tahun 2021 diharapkan memiliki kebaruan, efektif, dapat ditransfer/direplikasi, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi kemajuan lelang dan UMKM Indonesia,” pungkas Joko.

Lihat juga...