Ketua Sub Kelompok Tingkat Dusun Diminta Jadi Teladan Atasi Kredit Macet

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA —- Berbagai cara dilakukan pengelola unit usaha Modal Kita dalam mengatasi persoalan kredit macet yang dialami sejumlah anggota Koperasi Gemah Ripah Trirenggo Bantul selama pandemi beberapa bulan terakhir.

Selain menerapkan pendekatan secara kekeluargaan, pengurus juga mendorong seluruh anggotanya yang mengalami persoalan kredit macet untuk menerapkan sistem tabungan dalam membayar angsuran bulanan.

Bahkan guna memberikan contoh atau teladan bagi anggota kelompok masing-masing, setiap ketua sub kelompok Modal Kita di tingkat dusun, juga diwajibkan selalu tertib membayar angsuran pinjaman setiap bulannya.

Ketua Kelompok unit usaha Modal Kita/Tabur Puja Makmur Sejahtera di dusun Gandekan, Trirenggo, Verawati, menyebut ada sekitar 70-an anggota nasabah pinjaman modal usaha koperasi yang bernaung di bawahnya. Dari jumlah itu, sebagian di antaranya memang mengalami kredit macet.

Hal tersebut disebabkan karena mayoritas anggota nasabah mengalami penurunan penghasilan secara drastis sebagai dampak pandemi Covid-19 sejak beberapa bulan terakhir.

“Meski terkena dampak pandemi, setiap anggota tetap kita dorong agar rutin membayar angsuran bulanan. Caranya dengan menyisihkan penghasilan ke sub kelompok. Misal tidak kuat bayar bulanan ya bayar mingguan, agar terasa lebih ringan,” ungkapnya.

Sebagai ketua kelompok di tingkat dusun, Verawati yang menjalankan usaha warung kelontong ini, juga tak henti memotivasi anggotanya agar bisa terhindar dari persoalan kredit macet. Dengan semangat kekeluargaan dan kebersamaan, ia bahkan rela mendatangi anggota di rumah masing-masing.

“Saya sendiri juga menerapkan sistem tabungan. Jadi setiap minggu saya sisihkan penghasilan dari jualan warung Rp100ribu untuk bayar angsuran. Setelah terkumpul satu bulan baru disetor ke koperasi. Jadi terasa ringan. Itu juga yang saya dorong kepada semua anggota,” ungkapnya.

Hingga Maret 2021 ini, unit usaha Modal Kita, yang dikelola Koperasi Gemah Ripah, tercatat telah menyalurkan bantuan modal usaha senilai Rp2,5 milyar lebih bagi sekitar 1555 warga Desa Cerdas Mandiri Lestari Trirenggo. Modal usaha tersebut berasal dari gelontoran pinjaman Yayasan Damandiri senilai Rp1,9 milyar sejak 2017 lalu.

Lewat unit usaha Modal Kita itulah, Yayasan Damandiri berupa menggerakkan ekonomi warga desa. Akses modal usaha diberikan seluas-luasnya kepada warga miskin, baik itu dari kelompok keluarga pra sejahtera maupun sejahtera 1 dan 2. Sehingga mereka bisa memulai dan mengembangkan usahanya.

Sayangnya akibat pandemi Covid-19 sejak setahun terakhir, sekitar 50 persen anggota nasabah mengalami persoalan kredit macet. Hal itu disebabkan karena para anggota yang mayoritas bekerja sebagai pedagang, buruh maupun petani tak bisa bekerja sebagaimana biasanya. Sehingga membuat penghasilan mereka menurun secara drastis.

Lihat juga...