Kiat Anggota Koperasi Lancar Membayar Angsuran ‘Modal Kita’

Editor: Makmun Hidayat

MALANG — Menyisihkan uang hasil penjualan menjadi trik jitu bagi anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Suluh Sejahtera Mandiri, Nuril Amanah, agar tidak mengalami kendala dalam melakukan pembayaran angsuran pinjaman Modal Kita. 

Disampaikan Nuril, trik menyisihkan uang hasil penjualan sudah ia terapkan sejak pengajuan pinjaman yang pertama. Terbukti dengan cara tersebut, hingga pinjamannya yang ketiga kalinya ini Nuril mengaku tidak pernah mengalami kendala setiap kali membayar angsuran pinjaman Modal Kita, termasuk pada saat pandemi.

“Sudah pernah mengajukan pinjaman sebanyak tiga kali dengan besaran Rp2 juta, Rp4 juta dan Rp4 juta. Alhamdulillah hingga saat ini tidak ada kendala dalam pembayaran angsuran karena saya selalu menyisihkan uang dari hasil berjualan agar meringankan saat tiba waktunya untuk membayar angsuran,” ucapnya kepada Cendana News saat ditemui di rumahnya, Rabu (24/3/2021).

Diceritakan Nuril, pada pinjaman yang pertama, ia gunakan untuk membuka usaha berjualan empek-empek, namun sayang karena beberapa alasan akhirnya usaha tersebut saat ini sudah tidak berjalan lagi. Sedangkan untuk pinjaman yang kedua dan ketiga ia gunakan untuk menambah modal usaha suaminya berjualan ikan predator.

“Kalau usaha ikan hias predator ini sudah ada sejak lama. Jadi uang pinjaman yang kedua dan ketiga untuk tambahan modal beli ikan predator untuk kemudian dijual lagi,” akunya.

Menurut Nuril, adanya pinjaman uang Modal Kita yang digagas oleh Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) melalui KUD Suluh Sejahtera Mandiri tersebut sangat membantu dirinya bersama suami dalam mengembangkan usaha jual beli ikan predator.

“Tahu Modal Kita dari kelurahan. Dari situ kemudian tertarik mengajukan pinjaman Modal Kota karena bunganya tidak terlalu besar dan pembayaran angsurannya bisa dilakukan setiap minggu sehingga lebih ringan,” terangnya.

Lebih lanjut disampaikan Nuril, peminat ikan predator hingga saat ini terbilang masih cukup banyak, termasuk pada saat masa pandemi. Harganya mulai ratusan ribu sampai dengan jutaan rupiah.

“Pemasaran via online. Kemudian pembeli biasanya langsung datang ke sini. Selain ikan predator, kami juga jual ikan kecil-kecil untuk pakan ikan predator,” tandasnya.

Sementara itu perempuan yang juga menjabat sebagai ketua pengurus kelompok RW 06 tersebut, tidak menampik jika banyak anggota koperasi yang terkena dampak dari pandemi covid-19. Akibatnya banyak dari mereka yang kemudian terkendala dalam membayar angsuran.

“Awal-awal pandemi tahun lalu, selama 2-3 bulan memang orang-orang pembayaran angsurannya ada yang lubang-lubang.

Tapi Alhamdulillah anggota yang saya pegang ini selama pandemi sudah lunas semua, bahkan sudah mengajukan pinjaman lagi,” pungkasnya.

Lihat juga...