Kiprah Koperasi Bantar Agung di Majalengka, dari Bantu Modal hingga Internet

Editor: Makmun Hidayat

MAJALENGKA — Sesuai dengan tujuan dan ruh Yayasan Damandiri yang berkomitmen hadir di tengah masyarakat pedesaan untuk memberikan manfaat serta mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat desa, Koperasi Bantar Agung juga terus melakukan berbagai program untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Meskipun baru beroperasi sekitar satu tahun dan tertabrak pandemi Covid-19, koperasi yang digawangi anak-anak muda ini tidak berhenti untuk melakukan inovasi. Mulai dari bantuan permodalan usaha yang sudah menyentuh 813 warga desa, kemudian membantu pemasaran belasan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), mengangkat potensi kopi lokal hingga menginisiasi adanya program internet masuk desa.

Semua kiprah yang dilakukan Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Majalengka tersebut hingga saat ini masih berjalan, meskipun sedikit terseok-seok akibat pandemi Covid-19.

“Untuk bantuan modal usaha, total kita sudah menyalurkan Rp 1,1 miliar untuk 813 kepala keluarga (KK) di desa ini. Besarnya pinjaman berbeda-beda, mulai dari Rp 2 juta hingga ada yang Rp 10 juta,” kata Ketua Koperasi Bantar Agung, Heryanto, Minggu (28/3/2021).

Ketua Koperasi Bantar Agung, Heryanto di Majalengka, Minggu (28/3/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Koperasi yang berlokasi di Desa Bantar Agung, Kecamatan Sidangwangi, Kabupaten Majalengka ini juga sudah mendirikan kedai kopi yang bertujuan untuk mengangkat potensi kopi lokal. Berbagai persiapan untuk pembukaan kedai kopi sudah dilakukan sejak satu tahun terakhir dan lokasi kedai juga sangat strategis.

Kedai tersebut tidak hanya untuk tempat ngopi saja, tetapi juga menyediakan tempat display untuk memajang produk-produk UMKM warga desa. Mulai dari keripik pisang, keriping singkong, emping dan lain-lain. Penjualan produk-produk tersebut cukup bagus pada awal buka bulan Februari 2020. Namun kemudian terjadi pandemi dan penjualan menurun dratis.

Sebagai anak muda yang akrab dengan dunia digital, Aher sapaan Heryanto juga memahami kebutuhan jaringan internet di desanya. Bukan hanya bagi warga, tetapi juga untuk anak-anak sekolah. Program internet masuk desa pun dirancang dan saat ini tinggal menunggu waktu untuk launching.

“Kita berusaha melihat potensi desa dan kita kembangkan sebisa mungkin, hanya saja memang kemudian terkendala pandemi,” tuturnya.

Kiprah anak-anak muda ini mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat. Samhari mengatakan, masyarakat desa sudah mendapatkan banyak manfaat dari keberadaan koperasi di bawah Yayasan Damandiri tersebut. Kerja sama yang terjalin antara desa dengan pihak yayasan melalui Koperasi Bantar Agung ini, membantu perekonomian masyarakat desa, terutama para pelaku UMKM, karena mereka mendapat bantuan pinjaman modal.

“Sekarang kiprah koperasi sudah meluas, tidak hanya pada simpan pinjam saja, tetapi juga sudah menyentuh produk-produk UMKM dan membantu desa dalam promosi wisata,” ucapnya.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Bantar Agung, Samhari mengatakan, sangat menyambut baik program internet masuk desa yang diluncurkan Yayasan Damandiri melalui Koperasi Bantar Agung. Menurutnya, internet saat ini sudah menjadi kebutuhan warga desa, terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Lihat juga...