KLHK Amankan Ratusan Satwa Dilindungi yang Diperdagangkan di Solo

Seorang petugas saat memeriksa seratusan ekor satwa dilindungi yang diamankan, di Mapolresta Surakarta, Sabtu (27/3/2021) - foto Ant

SOLO – Petugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mengamankan ratusan ekor satwa dilindungi. Dalam kejadian tersebut, mereka mengamankan seorang pelaku, di sebuah rumah indekos Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (27/3/2021).

Koordinator penyidik Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabalnusra), Agus Mardiyanto menyatakan, satwa yang diamankan ada 125 ekor. Pelaku berinisial YAS (22), warga RT 01/01 Karangasem Laweyan Solo, kini dibawa ke Mapolres Surakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Agus Mardiyanto menjelaskan, pihaknya mengungkap kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat, yang diikuti menurunkan petugas untuk menyelidiki adanya satwa dilindungi di wilayah Solo. Pihaknya melakukan koordinasi dengan Polresta Surakarta, sebelum melakukan pengamanan di rumah indekos pelaku. “Kami juga melakukan pelacakan pelaku sudah cukup lama melalui media sosial. Kami melacak pelaku perdagangan satwa ilegal itu,” kata Agus.

Pihaknya telah melakukan penyelidikan beberapa hari, dan menemukan peredaran satwa liar dilindungi di wilayah Solo. Pihaknya langsung melakukan operasi dengan berkoordinasi dengan Polresta Surakarta, untuk melakukan pengamanan, di Karangasem Laweyan, Solo, sekitar pukul 12.00 WIB. “Kami dalam operasi ini, mendapat bantuan sepenuhnya, dari Polresta Surakarta, dan menemukan 125 satwa dilindungi itu,” kata Agus.

Pelaku di rumah indekos tersebut menyewa tiga kamar. Dua untuk tempat penyimpanan satwa dilindungi dan satu untuk tidur pelaku.  Satwa dilindungi yang berhasil diamankan antara lain, burung kasuari satu ekor, kakatua raja satu ekor, kakatua jambul oranye delapan ekor, merak hijau dua ekor, bayan tiga ekor, nuri pelangi 26 ekor, dara mahkota atau mambruk 10 ekor, dan jagal papua 74 ekor sehingga total 125 ekor.

Pelaku dan barang bukti kini dibawa ke Mapolresta Surakarta, untuk pemeriksaan untuk proses hukum lebih lanjut. Pelaku melakukan aksi dengan modus perdagangan satwa dilindungi. Dalam jual beli barang dikirim melalui paket, dengan dititipkan bus ke daerah pembeli.

Saat ini masih didalami siapa saja yang pernah membeli satwa dilindungi tersebut. Juga mendalami barang tersebut dipasok dari mana, namun dipastikan melalui pelabuhan laut atau bandar udara karena satwa tersebut berasal dari Indonesia bagian timur. Di Pulau Jawa satwa tersebut tidak ditemukan.

Atas perbuatannya, pelaku bisa dijerat dengan Pasal 40 ayat 2 junto pasal 21 ayat 2 a Undang-Undang RI No.5/1990, dimana setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Ancaman hukum maksimal lima tahun penjara.

“Penanganan lebih lanjut kasus ini, akan ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah. Barang bukti 125 ekor satwa dilindungi itu, mau dikembalikan ke Papua atau bagaimana nanti yang menangani BKSDA Jateng,” katanya.

Kasat Rekrim Polresta Surakarta, Kompol Purbo Adjar Waskito, saat dikonfirmasi kasus pengamanan 125 ekor satwa dilindungi tersebut membenarkan. “Kami hanya mendukung saat pengamanan di lokasi pelaku pemilik satwa ilegal itu,” jelasnya. (Ant)

Lihat juga...