Lebaran CDN

Kuliner ‘Seblak Preanger’ ala Jember, Banyak Peminat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBER – Pelaku usaha kuliner seblak preanger di Jember tetap bisa menjalankan usaha selama masa pandemi.

Reza, pemilik usaha seblak preanger, menjelaskan, saat ini memiliki 3 titik tempat lokasi berjualan, yakni di Jalan Bangka, Jalan Sumatera dan Roxy Jember.

“Sekitar bulan Maret sampai bulan Juni tahun lalu omzet pendapatan saya menurun. Karena konsumen pada takut untuk keluar rumah, dan juga banyak kegiatan work from home (WFH), sehingga aktivitas masyarakat di luar rumah sangat jarang,” ujar Reza kepada Cendana News via telepon, di Jember, Selasa (2/3/2021).

Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat berdampak besar untuk seluruh pelaku usaha.

“Bagi pelaku usaha seperti saya, harus mampu bertahan dengan segala keadaan. Baik keadaan normal maupun keadaan kurang normal. Saya mencoba mencari solusi supaya usaha saya pembelinya meningkat kembali. Alhamdulillah setelah saya mencoba berinovasi pembeli bisa meningkat kembali,” imbuhnya.

Dirinya mengaku, untuk membuat kembali tertarik, ia membuat varian baru dari usaha yang dijalani sejak  2017 tersebut.

“Sekarang saya coba membuat produk baru yang hampir sama dengan seblak, yaitu membuat produk bakso aci. Konsep penjualannya juga saya upayakan inovatif, dengan cara lebih sering menjual via online. Dari situ akhirnya banyak pembeli yang memesan produksi jualan saya. Dari hasil penjualan online yang saya lakukan, berhasil menopang pendapatan usaha dan kembali meningkat lagi,” tuturnya.

Ia menambahkan, tentu di masa pandemi banyak pelajaran yang didapatkan. Salah satunya yakni membuat produk baru dari barang jualannya, dan menambah segmen pasar melalui media online.

Melewati media online dirinya mengaku banyak keuntungan yang akhirnya diperoleh. Pasar semakin luas, yang pesan juga bukan hanya dari masyarakat lokal Jember.

Ada juga yang pesan dari luar Pulau Jawa, yang paling jauh saat ini, ia pernah mengirim barang dagangan ke Papua. Selain itu ia juga mengaku banyak jasa agensi yang menawarkan diri mempromosikan barang dagangan. Serta banyak pula yang mengambil barang secara reseller. Berkat usaha penjualan online, mampu membuka stan ketiganya di pusat perbelanjaan di Jember.

“Keputusan saya untuk membuka tempat baru di tempat perbelanjaan, saya melihat prospek pasarnya sangat bagus. Karena banyak orang yang datang untuk berbelanja. Tentu dalam membuka usaha saya di pusat perbelanjaan tersebut tidak mudah.

Banyak syarat dan prosedur yang cukup susah harus dipenuhi. Namun setelah saya melakukan segala ketentuan itu, akhirnya bisa mendapat izin. Untuk penerapan protokol kesehatannya sendiri sudah tertib sekali. Karena pengunjung yang datang diwajibkan selalu menggunakan masker, mencuci tangan terlebih dahulu dengan tempat yang sudah disediakan, dan selalu menerapkan social distancing yang ketat,” tegasnya.

Selain itu, pemilik usaha seblak preanger tersebut juga memberikan promo bagi-bagi seblak gratis kepada sejumlah orang.

“Saat ini saya juga membuka Promo memberikan 500 voucher gratis selama 5 hari. Ketentuannya sehari kita kasih limit 100 porsi, agar orang-orang yang datang tidak menumpuk. Pembagian voucher gratis bisa didapatkan dengan cara cuma-cuma, caranya juga cukup mudah. Orang-orang datang ke tempat kami dengan menunjukkan voucher yang didapatkan, ditambah jika follow akun instagram seblak preanger  bisa mendapatkan seblak preanger,” paparnya.

Ia menambahkan, promo bagi-bagi voucher tujuannya untuk menarik pelanggan supaya tertarik dengan usaha tersebut.

“Setiap pembelian di atas 15 ribu kita beri voucher gratis,” tegasnya.

Salah satu pengunjung, Ririn menyatakan, dirinya ke gerai seblak preanger memang berniat belanja. Apalagi tahu  ada penawaran promo dirinya makin tertarik dan mendatangi stan yang ada.

“Menurut saya seblaknya enak, rempah-rempah bumbunya terasa sekali. Ini kali pertama saya mencoba makanan seblak. Jadi baru pertama kali nyoba rasanya cocok dengan selera saya,” tegasnya.

Lihat juga...