Latih Pustakawan, Kemenag Percepat Digitalisasi Perpustakaan Madrasah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Komitmen untuk melakukan transformasi layanan pendidikan madrasah secara holistik terus digalakkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), termasuk transformasi di bidang pengelolaan perpustakaan.

Sejak 2 Maret lalu, Kemenag melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah melatih para pustakawan dalam rangka meningkatkan kompetensi mereka, sehingga memiliki kapasitas dalam menjalankan digitalisasi perpustakaan.

“Kami ingin meningkatkan keterlibatan pustakawan dan laboran dalam proses transformasi layanan pendidikan madrasah. Semua pihak harus ikut berkontribusi, ini adalah saat yang tepat kita bertransformasi ke alam digital,” ujar Direktur GTK, Muhammad Zain pada penutupan Peningkatan Kompetensi Pustakawan dan Laboran Master, Kamis (4/3/2021) di Bogor.

Menurut Zain, dalam konteks melakukan transfer pengetahuan, perpustakaan dapat dikategorikan dalam Library Based Education. Oleh karena itu, pustakawan memiliki peran yang sentral dalam proses digitalisasi perpustakaan, sehingga dapat terwujud sharing knowledge.

“Waktu saya melakukan kunjungan ke Cina, di negara tersebut ada sharing knowledge antar-sekolah yang maju dengan sekolah sekitarnya. Sehingga sekolah dapat dinikmati bersama. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan negara pro terhadap knowledge dan science,” tukasnya.

Ia pun berharap inovasi semacam itu dapat diaplikasikan di Indonesia, sehingga cakrawala yang ada di perpustakaan dapat dijangkau oleh banyak orang dan diakses secara mudah.

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Direktorat GTK, Papay Supriatna, menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut  dilaksanakan secara berkesinambungan. Untuk Peningkatan Kompetensi Pustakawan dan Laboran Master Angkatan 1 ini diikuti guru atau kepala perpustakaan sekitar DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

“Kali ini baru 30 peserta. Kita berharap, dapat menghasilkan interkoneksi jaringan perpustakaan antar-madrasah yang berbasis digital di bawah Kementerian Agama,” ungkap Papay.

Ia juga menyampaikan, kegiatan ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

“Peserta diharuskan membawa laptop sendiri, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, serta tetap menjaga jarak (physical distancing) selama kegiatan berlangsung,” tutur Papay.

Lihat juga...