Lemang Ajo Diminati Warga Bekasi

Editor: Mahadeva

BEKASI – Lemang, makanan tradisional dari Sumatera Barat (Sumbar), biasanya banyak dicari saat Ramadan, sebagai menu buka puasa. Tapi saat ini Lemang, cukup mudah di jumpai termasuk di Kota Bekasi.

Memiliki ciri khas tersendiri, membuat Lemang, tetap menjadi buruan pencinta kuliner. Kudapan khas Minang tersebut memiliki bahan dasar beras ketan putih, yang dimaska dengan cara dibakar.

Untuk membakarnya, dibuatkan tempat khusus seperti alat bakar sate, yang ditengahnya ada bara api dari arang. Bambu yang telah berisi ketan putih dan diracik dengan bumbu, dibiarkan begitu saja berjejer ditengah kepungan asap. Hal itu menjadi ciri dari Lemang Ajo yang dijajakan di Jalan Wibawamukti, Jatiasih, Bekasi.

“Proses masaknya lama, bisa lima jam dipanggang di bara begitu saja. Yang dijajakan di pinggir jalan ini, sudah hampir masak jadi hanya menghangatkan saja,” ungkap Ade, penjual Lemang Ajo di Jalan Wibawamukti, Kota Bekasi, kepada Cendana News, Sabtu (6/3/2021).

Ade, hanya menjadi penjual di tempat tersebut. Setiap hari ada pemasok bernama Ajo, yang membuat Lemang, menghantar bahan baku yang telah siap dengan ruas bambu.  Peminat menu tersebut cukup banyak. Menikmati lemang Ajo, lengkap dengan serundeng dan makanan pendamping tape ketan hitam.

Untuk harga, tergantung ukuran ruas bamboo biasanya dijajakan mulai dari Rp35 ribu hingga Rp40 ribu, untuk satu ruas bambu. “Peminat setiap hari, ada saja bisa terjual 15 ruas bambu. Kadang lebih, namanya juga jualan, tidak menentu omzetnya. Tapi rata-rata 15 ruas pasti terjual,” ungkap Ade.

Konsumen Lemang Ajo adalah warga yang hendak bepergian, Biasa disantap untuk perjalanan di mobil atau acara tertentu. Peminat bukan hanya dari Sumatera Barat, tetapi termasuk warga Pulau Jawa juga membeli.

Ade berjualan lemang di Jalan Wibawa Mukti, Jatiasih, sudah dua tahun lamanya. Warung tersebut menjadi cabang ke 10. Tempat tersebut buka mulai pukul 09.00 WIB dan ditutup pada pukul 21.00 WIB.

Uda Wendri Yepis menyebut, Lemang di Sumatera biasanya di makan bersama tape ketan hitam atau serundeng. Untuk lebih nikmat, bisa dimakan dengan durian. “Biasanya kami di Sumatera makan lemang dengan kolak durian, rasakan akan makin nikmat dan mengenyangkan tentunya. Satu orang bisa habis lemang satu ruas bambu kalo dimakan bersama kolak durian. Tapi ada juga yang dimakan langsung dengan durian begitu saja,” pungkasnya.

Lihat juga...