Lontong Pecel, Kuliner Makanan di Jember yang Beraroma Khas

Editor: Makmun Hidayat

JEMBER — Lontong pecel sebagai hidangan sarapan pagi memiliki ciri khas pada teksturnya yang lembut. Untuk mendapatkannya pun sangat mudah, karena hampir di setiap daerah tersedia kuliner lontong pecel.

Ibu  Sam, penjual lontong pecel mengaku sudah lama dirinya menjalani usahanya. Tak heran jika pengunjung yang datang membeli cukup ramai.

“Kurang lebih hampir sekitar 7 tahunan saya menjalani usaha dagangan kuliner jenis lontong. Usaha yang saya jalani selama ini cukup diminati para pembeli. Sehingga hampir setiap hari pengunjung yang datang cukup ramai terus,” ujar penjual lontong pecel, Ibu  Sam kepada Cendana News, di bilangan Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Jember, Sabtu (20/3/2021).

Ibu Sam, saat ditemui di bilangan Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Jember, (20/3/2021). -Foto: Iwan Feri Yanto

Seringkali pedagang jenis lontong ini akan memulai dagangan setiap hari di pagi hari. Karena lontong pecel merupakan hidangan kuliner makanan yang cocok sebagai sarapan pagi.

“Setiap hari saya buka dari pagi, sekitar jam 5 sampai sekitar jam 9 atau jam 10. Karena pagi hari banyak orang yang mencari makanan sebagai sarapan. Sarapan pagi sebagian orang tidak menggunakan nasi, salah satunya makanan jenis lontong, rasanya yang lembut dan bikin kenyang di perut, sehingga saat memulai aktivitas bisa kembali semangat,” ucapnya.

Melihat jenis lontong pecel biasanya sudah tidak terlalu asing mengenalnya. Akan tetapi orang akan lebih familiar dengan nama lontong sayur.

“Hampir setiap orang yang dikenalnya yaitu lontong sayur. Lontong yang di beri beberapa jenis kuah, seperti kuah lodeh, kuah tumis bumbu kuning yang menjadi teman hidangan masakan lontong. Untuk variasi menu saya tambah dengan menu lontong pecel agar orang tidak mudah bosan,” tuturnya.

Jenis kuliner makanan lontong pecel milik Ibu Sam memiliki aroma dan rasa yang khas. Perbedaan rasa berada pada tekstur lontong yang disajikan lembut, hampir tidak terasa kasar dari tekstur nasi.

“Bisa dirasakan sendiri oleh beberapa pembeli yang datang ke sini, mereka menyatakan, lontong yang saya jual enak dan lembut, sehingga tidak terasa ada yang mengganjal atau rasa yang kasar. Terutama bagi seseorang yang menderita mag, rentan tidak diperbolehkan untuk memakan masakan yang kasar. Karena alasan itu yang seringkali saya dapatkan dari sapaan para pembeli yang datang ke sini,” tandasnya.

Berdasarkan dari olahan bahan yang digunakan ia mengaku menggunakan bahan-bahan bumbu yang ada di dapur dan mudah untuk dijangkau.

“Pembuatan lontong berasal dari beras, ada yang menggunakan cara dikukus maupun digodok. Tapi saya memilih untuk cara di kukus, karena kalau dikukus nantinya akan memiliki tekstur lembut dan memiliki aroma lontong yang khas. Bahan campuran lainnya bisa pakai lodeh, pakai bumbu pecel dan lain-lainnya sesuai dengan selera yang diinginkan,” tambahnya.

Salah satu pembeli, Ayu Putri menyatakan, dirinya kerap kali setiap pagi membeli sarapan dengan makanan lontong milik Ibu Sam. Walaupun tempat ia berjualan di sela-sela gang, namun rasanya tidak kalah enak dengan yang lain.

“Pagi-pagi kami sekeluarga sering kali untuk melakukan sarapan pagi. Supaya lebih praktisnya saya beli sarapan di luar, seperti membeli makanan lontong sayur milik Bu Sam,” ucapnya.

Ia mengaku, sebagai makanan sarapan pagi, lontong di sini cocok untuk dicoba bagi semua orang.

“Lontongnya lembut dan semua masakannya yang pernah saya coba enak semua. Seperti lontong sayurnya dan lontong pecel. Harga juga cukup murah, sedangkan untuk porsinya pas,” tandasnya.

Lihat juga...