Luapan Sungai Cibitung Cikarang Laut Sisakan Tumpukan Sampah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Sampah rumah tangga, plastik, dan sampah lainnya disertai lumpur bertebaran di lokasi Camping Ground Area (CGA) Desa Wanajaya, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Hal tersebut dampak dari luapan Sungai Cibitung Cikarang Laut (CBL) beberapa waktu lalu.

Selain kawasan CGA Wanajaya, tumpukan sampah juga terpantau terjadi di bawah jembatan Kali Sadang, Cibitung hingga menyumbat aliran air. Tumpukan sampah tersebut masih dibiarkan begitu saja.

“Lokasi CGA sekarang masih ditutup, sampah berserakan dibawa arus akibat luapan CBL beberapa waktu lalu. Sekarang belum dibersihkan khawatir hujan lagi. Selain itu lumpur masih banyak khawatir ada ular,” ungkap Mang Oye, pengelola CGA Wanajaya, kepada Cendana News, Rabu (3/3/2021).

Ketua KPA Ranting, Mang Oye (tengah), dijumpai Cendana News, Rabu (3/3/2021). Foto: Muhammad Amin

Dikatakan, sisa sampah akibat luapan Kali CBL yang menyangkut di CGA Wanajaya juga terjadi di beberapa lokasi, wilayah lainnya di Cibitung. Sampah tersebut didominasi sampah pakaian, styrofoam, plastik dan lainnya yang terbawa arus saat luapan air terjadi.

Hal itu menjadi tugas bersama tentunya untuk segera dibersihkan yang gampang terjangkau. Membangun kesadaran agar peduli sampah adalah tugas bersama, tidak hanya pemerintah saja.

“Kami dari tim perintis Komunitas Pecinta Alam (KPA) Ranting, baru dipanggil Camat Cibitung, untuk diskusi terkait lingkungan hidup. Intinya Camat meminta KPA Ranting terus berperan bagi lingkungan di wilayahnya,” jelas Mang Oye mengaku diskusi hampir satu jam terkait lingkungan di Cibitung.

Pihaknya dalam diskusi itu sempat mengusulkan untuk membuat komunitas baru yakni NGO Cikarang, yang khusus menjaga keberlangsungan kali CBL di wilayah Cibitung. Saat ini telah disiapkan beberapa relawan.

Camat Cibitung, Encun Sunarto, dikonfirmasi terpisah mengaku, mengapresiasi tim perintis KPA Ranting yang serius menjaga lingkungan di wilayah Kali Cikarang.

“Saya memanggil tim perintis KPA Ranting, agar ikut menjaga dan bersama mengedukasi warga di wilayah Cibitung terkait sampah,” jelas Encun.

Ia pun meminta agar tim perintis KPA Ranting bisa ikut dalam kegiatan lainnya yang digelar di kecamatan. Tidak hanya setahun sekali, saat ada bencana, tapi juga bisa mengikuti pelatihan dan memberi edukasi warga.

“Kecamatan biasanya memberi pelatihan menghadapi bencana di kompleks, sehingga ke depan jika bencana banjir kembali terjadi,  bisa membantu orang yang benar-benar membutuhkan pertolongan seperti warga yang sakit atau orang tua,” paparnya.

Lihat juga...