Malaysia Siapkan Bantuan Rp35 Miliar, Bagi Penderita Efek Vaksin COVID-19

Menteri Kesehatan Malaysia, Dr Adham Baba (kiri), pada acara jumpa pers mingguan program imunisasi COVID-19 kebangsaan  di Putrajaya, Senin, (22/3/2021) - foto Ant

KUALA LUMPUR – Pemerintah Negara Malaysia, memutuskan memberikan bantuan dana permulaan sebanyak RM10 juta atau sekira Rp35 miliar, bagi para warga Malaysia dan warga negara asing, yang terdampak serius vaksinasi COVID-19.

Menteri Kesehatan Malaysia, Dr Adham Baba mengungkapkan, keberadaan bantuan tersebut pada jumpa pers mengenai program imunisasi COVID-19 kebangsaan di Putrajaya, Senin (22/3/2021).

Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Menteri Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi (MOSTI), YB Khairy Jamaluddin. “Bantuan tersebut dibagi dua kategori, yakni bantuan khusus RM50,000 sekiranya terjadi efek samping serius, sehingga memerlukan perawatan panjang di rumah sakit dan RM500,000 jika terjadi kematian disebabkan oleh vaksin COVID-19,” jelasnya.

Adham Baba mengatakan, dana permulaan tersebut berasal dari Kumpulan Uang Amanah Bantuan Negara (KWABBN), yang dikelola oleh Lembaga Pengurusan Bencana Negara (NADMA). Dan ditujukan sebagai bantuan khusus efek samping vaksinasi COVID-19.

Kementrian Kesehatan Malaysia (KKM) telah membentuk tiga komite, Komite Farmakovigilnas Khusus Bagi Pemantauan Vaksin COVID-19, Komite Teknik Pengobatan dan Komite Induk Bantuan Khusus Keuangan Efek Samping Vaksinasi COVID-19.

Adham Baba mengatakan, penilaian akan dibuat sesuai kasus berdasarkan bukti yang diterima dan laporan Komite Farmakovigilnas Khusus Bagi Pemantauan Vaksin COVID-19. Dia mengatakan, jenis efek samping yang dilaporkan melalui aplikasi MySejahtera dan Pusat Pemberian Vaksin (PPV) hingga 18 Maret 2021 adalah pening, sesak napas, muntah, berdebar-debar, gatal, dan dada sesak.

Menteri Kementerian Sains, Teknologi dan Inovasi, Khairy Jamaluddin mengatakan, jumlah pemberian dosis vaksin COVID-19 hingga 21 Maret 2021 adalah dosis pertama sebanyak 412,342 dan dosis kedua sebanyak 16,368 dosis. Sehingga jumlah total adalah 428,710 dosis. “Negeri Selangor (provinsi) paling tinggi menerima vaksin, diikuti Perak, Sarawak, Sabah, dan Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...