Media Semai Cetak, Efektif Perbanyak Bibit Sistem Generatif

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Perbanyakan bibit tanaman pertanian, perkebunan dan kehutanan, masih andalkan teknik generatif. Perbanyakan generatif dengan biji dilakukan dengan media semai cetak.

Penerapan sistem persemaian dengan alat Media Semai Cetak (MSC) ditemukan serta dikembangkan Idi Bantara, S.Hut., M.Sc. Ia menyebut menciptakan alat MSC untuk perbanyakan bibit tanaman.

Idi Bantara, S.Hut., M.Sc, penemu alat media semai cetak yang juga Kepala BPDASHL Way Seputih Way Sekampung Lampung, ditemui Senin (8/3/2021) – Foto: Henk Widi

Alat MSC sebutnya dibuat dari besi yang dibentuk menjadi sejumlah kolom. Total ada sebanyak puluhan kolom untuk mencetak media tanam.

Bahan media tanam sebut Idi Bantara memanfaatkan bahan organik. Idi Bantara bilang bahan itu meliputi tanah subur, serbuk serabut kelapa (cocopeat), serbuk gergaji, kompos, tanah liat, kotoran hewan (kohe). Semua bahan telah dicampur dan dilumatkan memakai air.

Sistem kerja alat MSC sebutnya cukup mudah. Idi Bantara yang juga kepala Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Way Seputih Way Sekampung itu bilang alatnya cukup efektif.

Campuran semua bahan selanjutnya akan dipress dengan alat MSC. Hasilnya lembaran tanah berbentuk kotak memiliki lubang. Lubang pada kotak tanah itu menjadi media semai tanaman dengan biji.

“Setelah media tanam sistem MSC selesai dibuat, maka sejumlah bibit yang disemai dalam nampan tanam akan dipindahkan ke kotak tanah yang dipastikan memiliki nutrisi cukup untuk pertumbuhan tanaman. Lalu dipindahkan ke tempat perawatan hingga usia siap pindah ke polybag,” terang Idi Bantara,S.Hut., M.Sc., saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (8/3/2021).

Pakar ilmu kehutanan tersebut melanjutkan, penerapan teknik MSC efektif untuk dunia pertanian. Hasil pembibitan yang diaplikasikan pada Persemaian Desa Karangsari, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan efektif menghasilkan bibit dalam jumlah banyak. Sebagian tanaman bibit buah, pertanian bisa menjadi batang bawah untuk proses sambung pucuk (grafting).

Teknik MSC berpotensi menyediakan bibit berkualitas. Sebab Idi Bantara bilang, kunci sukses budi daya tanaman pertanian berasal dari bibit yang disemai.

Setelah mendapat nutrisi yang baik, penyiraman dengan proses pengembunan akan meningkatkan pertumbuhan. Percepatan pembuatan bibit dalam jumlah banyak ikut membantu penyediaan bibit secara cepat.

“Selama ini penyiapan bibit masih menerapkan media tanam langsung pada lahan, namun dengan teknik MSC bibit dipastikan sehat,” cetusnya.

Sumarti, salah satu pekerja di Persemaian Permanen menyebut metode MSC menghasilkan bibit yang banyak. Pada penanaman bibit sengon, kotak tanah yang telah dicetak selanjutnya akan diberi kecambah.

Sebelumnya biji sengon akan disemai pada media nampan. Kecambah yang dipindahkan pada media semai cetak akan memiliki tingkat pertumbuhan cepat.

Setelah memasuki usia dua hingga tiga bulan, bibit secara generatif bisa dipindah. Media semai dengan polybag akan mempercepat proses perkembangan bibit.

Selanjutnya bibit akan dipindahkan pada area yang mudah terkena sinar matahari. Ribuan bibit sistem generatif tersebut dipindahkan oleh pekerja. Setelah enam bulan bibit akan didistribusikan ke pemesan.

“Semua bibit yang siap tanam akan diambil petani, pekebun secara gratis untuk dibudidayakan,” cetusnya.

Saiman, salah satu petani penyuka tanaman buah mengaku sistem MSC mempercepat pembibitan. Tahap selanjutnya proses peningkatan kualitas tanaman dilakukan dengan sambung pucuk.

Saiman (kanan) memilih bibit alpukat yang dikembangkan dengan sistem media semai cetak dan kombinasi sambung pucuk di persemaian permanen, Desa Karangsari, Kecamatan Ketapang, Senin (8/3/2021) – Foto: Henk Widi

Pada tanaman alpukat, mangga, jambu air dan tanaman buah lain bisa disambung pucuk. Sistem tersebut dilakukan untuk mempercepat tanaman berbuah.

Metode semai cetak sebut Saiman diterapkan olehnya dalam berbagai jenis tanaman. Ia mempergunakan media semai cetak untuk tanaman cabai merah, tomat dan tanaman buah.

Meski proses bibit dengan sistem generatif dilakukan ia menyebut butuh kombinasi. Kombinasi sistem okulasi, sambung pucuk dengan batang atas berkualitas akan meningkatkan produksi tanaman.

“Media semai cetak efektif untuk perbanyakan batang bawah sehingga bisa disambung dengan entres yang berkualitas,” bebernya.

Penggunaan media semai cetak juga diterapkan oleh petani melon dan cabai.

Atin, salah satu petani di Desa Pasuruan menyebut semai cetak pada melon dan cabai hanya untuk penyiapan bibit.

Sistem tersebut digunakan untuk perbanyakan benih dengan biji. Penggunaan sistem semai cetak sekaligus menjaga pasokan benih secara swadaya.

Ia kerap menyediakan bibit dalam jumlah banyak untuk proses penyulaman tanaman baru.

Lihat juga...