Mengenal Blackspot yang Dapat Rugikan Petani Udang

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Blackspot pada udang, memang tidak beracun tapi menurunkan nilai jual  sehingga berpotensi merugikan petani tambak. Walaupun sudah ada upaya pencegahan, tapi penelitian untuk menemukan bahan yang tidak berisiko terus dilakukan.

Dosen Prodi Penyuluhan Perikanan Politeknik AUP Jakarta, Dr. Tatty Yuniarti, ST, MSi, saat menjelaskan tentang blankspot dalam learning lesson Poltek AUP, Senin (22/3/2021) – Foto Ranny Supusepa

Dosen Prodi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Jakarta, Dr. Tatty Yuniarti, ST, MSi, menyatakan blackspot merupakan reaksi enzimatis dalam udang yang menyebabkan melanin.

“Blackspot pada paska panen menyebabkan udang mudah rusak selama penyimpanan. Yang menyebabkan kualitas menurun, tingkat penerimaan konsumen dan kerugian ekonomi bagi para petani, tambak” kata Tatty dalam learning lesson Poltek AUP, Senin (22/3/2021).

Ia menjelaskan bahwa ikatan asam amino fenolik dalam tubuh udang yang teroksidasi oleh enzim polifenol oksidase (PPO).

“PPO ini merubah 1 fenol menjadi 2 fenol, lalu menjadi 4 fenol. Saat ini terjadi, akan timbul dopaquinon, yang berujung pada polimerisasi lalu menimbulkan blok melanin pada udang. Ini bisa terjadi pada kepala atau punggung udang,” urainya.

Selain, pada udang, kejadian blackspot ini juga bisa terjadi pada lobster dan kepiting.

“Upaya mencegah blackspot ini bisa dilakukan dengan teknologi fisika dan penggunaan bahan kimia. Tapi ada risiko. Kalau dengan teknologi fisika, akan terjadi perubahan warna pada udang menjadi oranye. Karena pengaruh pemanasan maupun tekanan tinggi,” ujarnya lebih lanjut.

Jika menggunakan bahan kimia maka akan meninggalkan residu, yang saat ini tidak menjadi pilihan bagi konsumen.

“Contoh penggunaan teknologi fisika adalah pemanasan udang Litopenaesus vannamei pada suhu 80 derajat Celcius selama 30 detik atau udang Penaeus japonicus dengan tekanan tinggi 400 mpa selama 10 menit pada suhu 7 derajat Celcius dan dikombinasikan dengan asam sitrat dan asam askorbat untuk menghambat melanosis,” kata Tatty.

Sementara contoh penggunaan bahan kimia adalah sodium metabisulfit E223 untuk merendam udang langsung saat dikeluarkan dari air sebelum dibekukan. Atau penggunaan 4-hexylresornicol untuk menghambat metanosis udang.

“Karena risiko yang ada, dalam perkembangannya dilakukan penelitian penggunaan bahan alami untuk mencegah blackspot ini,” ujarnya.

Tercatat ada empat bahan alami yang biasa digunakan. Yaitu, kulit delima yang mengandung flavanoid, biji petai cina yang mengandung mimosine, jamur F.velutipes yang mengandung ergothionin dan teh hijau yang mengandung katekin.

“Dari hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa blankspot dapat dicegah dengan adanya unsur polifenol dan antioksidan tinggi. Yang mendorong penelitian pada bahan alami bawang-bawangan atau Allium yang kaya senyawa polifenol dan kandungan oksidannya juga tinggi,” paparnya.

Dalam penelitiannya pada lima jenis bawang, yaitu bawang merah, bawang putih, bawang bombay, bawang daun dan bawang lokio menunjukkan bawang merah dan bawang bombay memiliki kandungan senyawa yang paling tinggi pengaruhnya pada blackspot udang.

“Setelah penelitian dua tahap, terlihat bawang merah memiliki keunggulan dibandingkan Bawang Bombay, dengan senyawa penghambat ada Sionidin-3,” pungkasnya.

Lihat juga...