Tamanmartani Sejahtera Konsisten Terapkan Prinsip Kekeluargaan dan Gotong-royong

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Selama ini tak sedikit masyarakat yang mungkin masih menganggap koperasi sebagai lembaga keuangan yang kuno dan kurang dapat dipercaya. Hal itu lebih disebabkan karena ulah oknum tak bertanggung jawab yang merusak image koperasi.

Padahal sebenarnya, banyak sekali koperasi di Indonesia saat ini yang telah berevolusi menjadi lembaga keuangan yang modern, kredibel, dan profesional. Sehingga tak kalah dengan lembaga keuangan modern lainnya termasuk bank sekalipun.

Salah satu dari sekian banyak koperasi itu adalah Koperasi Tamanmartani Sejahtera. Koperasi yang berada di Desa Cerdas Mandiri Lestari Tamanmartani ini merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri sejak 2017.

Boleh dibilang Koperasi Tamanmartani Sejahtera merupakan salah satu koperasi terbaik yang ada di kabupaten Sleman dengan sederet reputasinya selama ini. Pemerintah melalui Dinas Koperasi dan UMKM Sleman sendiri telah mengakui hal tersebut.

Menggelar RAT setiap tahunnya, Koperasi Tamanmartani Sejahtera selalu rutin membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada seluruh anggota tak terkecuali. Termasuk juga mengalokasikan sebanyak 15 persen SHU untuk kegiatan sosial masyarakat seperti menyantuni anak yatim-piatu, warga miskin, lansia hingga membantu warga yang tengah kesulitan. Salah satu hal yang mungkin tidak akan ditemui di lembaga keuangan modern lainnya.

Salah seorang warga dusun Keniten, Tamanmartani, Misih (65) mengaku lebih memilih koperasi dibandingkan lembaga keuangan modern lainnya seperti bank. Alasannya karena selalu menerapkan prinsip kekeluargaan dan gotong-royong.

Selain rutin mendapatkan SHU setiap tahunnya, ia juga rutin menitipkan uangnya atau menabung di Koperasi Tamanmartani Sejahtera hampir bulannya. Pedagang keliling nasi bungkus ini mengaku merasa memiliki kedekatan personal lebih pada koperasi yang ada di desanya ini.

“Saya sudah menjadi anggota koperasi Tamanmartani ini sejak pertama berdiri. Saya juga rutin menabung disini. Beberapa bulan terakhir ini saya selalu menabung sampai Rp250ribu setiap bulan. Semua uang itu saya sisihkan dari hasil berjualan nasi,” katanya.

Selain merasa lebih aman menitipkan uangnya, Misih juga mengaku merasa memiliki Koperasi Tamanmartani Sejahtera. Pasalnya sebagai anggota ia juga selalu dilibatkan dalam pengambilan keputusan koperasi baik saat kegiatan RAT dan sebagainya.

“Sebagai anggota kita juga selalu mendapatkan pembagian hasil keuntungan koperasi atau SHU. Terakhir ini saya menerima SHU sebesar Rp255ribu. Meski tak banyak namun memiliki arti tersendiri,” kata nenek 1 cucu ini.

Lihat juga...