Mudah dan Menguntungkan, Pembudidaya Cacing di Pinggirsari Makin Banyak

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — Jumlah pembudidaya cacing tanah di Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung terus bertambah. Koordinator Pembudidaya, Jaka mengatakan, dalam waktu tiga bulan, bertambah hingga 70 orang, dan kini jumlahnya mencapai 116 orang.

“Mungkin karena masyarakat sudah mulai mengerti cara budidaya, selain mudah dan harganya juga lumayan bagus, jadi mereka mulai pada ikutan,” kata Jaka kepada Cendana News, Selasa (23/3/2021) di Kampung Kina Sapuluh, tempat hasil panen cacing dikumpulkan.

Jaka menyebut, meskipun harga cacing naik turun, namun tidak pernah merosot tajam. Di samping itu, pengepul secara rutin tiap dua minggu sekali datang membeli hasil panen masyarakat Desa Pinggirsari.

“Kalau di sini per kilogram paling murah Rp19.000 dan yang paling tinggi sampai Rp24.000. Alhamdulillah bandar selalu rutin datang dua Minggu sekali dan langsung dibawa ke pusatnya di Pangalengan,” kata Jaka.

Meski demikian, kata Jaka tidak semua pembudidaya di Desa Pinggirsari sanggup panen dua minggu sekali, kebanyakan mereka baru bisa panen satu bulan sekali.

“Kalau yang rajin mengasih makan cacingnya pasti bisa panen sebulan dua kali. Tapi jarang, cuma beberapa orang saja. Kalau ditotal dari semua pembudidaya, setiap panen itu bisa sampai 3 kwintal (300 kilogram),” ucap Jaka.

Sementara itu, Popon salah seorang pembudidaya cacing yang baru sebulan lalu memulai aktivitas tersebut menyebut, budidaya cacing tanah sangat mudah, selain itu modalnya pun tidak besar.

“Kalau dihitung-hitung paling habis modal cuma Rp150.000 untuk beli bambu buat dibikin kandangnya dan beli bibit cacingnya. Kalau medianya kebetulan saya punya sapi, jadi kotorannya tidak perlu beli,” kata Popon.

Ia menjelaskan, cacing hanya perlu diberi makan paling banyak dua kali sehari, pagi pukul 10.00 Wib dan sore pukul 17.00. Makannya pun tidak sulit, sampah organik apapun dapat dijadikan pakan cacing, seperti sisa makanan, sayur-sayuran yang sudah busuk dan sebagainya.

“Kalau rutin dikasih makan, cepat besarnya dan bisa dipanen dua minggu sekali. Kalau saya karena baru mulai, jadi panennya juga baru sekali. Alhamdulillah pendapatannya udah melewati modal,” tukas Popon.

Lihat juga...