Nasi Kuning Khas Samarinda di Jaktim Semerbak Menggugah Selera

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Setiap daerah di Indonesia memiliki olahan nasi kuning yang berbeda. Salah satunya, Provinsi Kalimantan Timur. Nasi kuning khas Samarinda begitu orang mengenalnya, dan sangat difavoritkan sebagai menu sarapan pagi. 

Warnanya kuning beraroma semerbak gurih menggugah selera penikmatnya. Masyarakat yang tinggal di Jakarta bisa menikmati kuliner khas Samarinda ini di kedai milik Djatmiko yang berada di Jalan Brigif Kalisari, Jakarta Timur.

Djatmiko mengatakan, nasi kuning ini menjadi menu yang sangat difavoritkan masyarakat Kalimantan. Apabila berkunjung ke Samarinda, banyak pedagang nasi kuning berjualan di pinggir jalan.

“Selain untuk sarapan pagi, nasi kuning ini menjadi menu keseharian masyarakat Samarinda. Cita rasanya gurih dan lezat,” ujar Djatmiko, kepada Cendana News saat ditemui di kedainya di Jalan Brigif Kalisari, Jakarta Timur, Sabtu (20/3/2021).

Sajian nasi kuning Samarinda ditaburi mi goreng, sambal goreng tempe kering, serundeng, ikan haruan (ikan gabus), sambal habang, dan kerupuk. Harga satu porsi nasi kuning khas Samarinda ini dibandrol Rp 18.000.

“Yang membedakan nasi kuning Samarinda dengan nasi kuning daerah lain, yakni topping-nya, ada mi goreng, ikan haruan, dan sambal hadang,” ujar Djatmiko.

Namun kata dia, topping-nya bisa juga ditambah dengan berbagai lauk, diantaranya, telur dadar, telur bulat, ikan tongkol goreng, sate usus, ati rempela, dan suwir ayam.

Djatmiko, pedagang nasi kuning khas Samarinda di kedainya di Jalan Raya Brigif Kalisari, Jakarta Timur, Sabtu (20/3/2021). -Foto: Sri Sugiarti

Untuk harga dengan topping berbeda ini juga sangat terjangkau. “Nasi kuningnya tetap pakai mi goreng, tempe goreng kering, serundeng, cuma topping lauknya yang beda, misalnya ditambah telur dadar itu seporsi Rp10.000,” ujarnya.

Dengan topping yang beragam, pembeli bisa menikmati nasi kuning khas Samarinda ini sesuai selera lauknya. “Tapi kan khas sambal hadangnya itu yang bikin nikmat, meskipun lauknya beda,” imbuhnya.

Cara membuat nasi kuning kas Samarinda ini tidaklah rumit. Bahan dan bumbu hanya menggunakan bahan yang sangat sederhana dan mudah diperoleh di pasar. Yaitu santan kelapa, kunyit, sereh, dan daun salam serta beberapa bahan tambahan untuk memperindah tampilan, seperti bawang goreng.

Cara memasaknya pun tidak sulit, yakni sebut dia, beras yang dicampurkan santan dengan bumbu rempah dan parutan kunyit menjadi khas nasi kuning Samarinda.

Kemudian dimasak seperti memasak nasi putih.Setelah diaronin,  pindahkan nasi setengah matang  ke dandang, lalu masak hingga matang. Usahakan nasi kuning itu terus diaduk saat dimasak di dandang agar matangnya merata.

Setelah nasi kuning matang, sajikan dalam piring dengan taburan aneka ragam lauknya di atasnya.

Di Samarinda, kata dia, nasi kuning ini menjadi menu sarapan wajib bagi masyarakatnya. Bahkan sejalan dengan waktu, kuliner ini mulai dijual pada malam hari, penikmatnya sangat banyak tidak hanya masyarakat Samarinda, tapi juga wisatawan yang berkunjung ke sana.

“Sebelum saya jualan kuliner nusantara ini, saya sudah 15 tahun jualan nasi kuning ini di Samarinda. Awal tahun 2021, saya ke Jakarta, dan buka usaha kuliner ini,” ujar Djatmiko.

Meskipun bukan orang asli Samarinda, Djatmiko mengaku sangat menyukai kuliner ini hingga dia pun membuka usaha ini. “Saya kan merantau ke Kalimantan, sering makan nasi kuning khas Samarinda, akhirnya buka usaha ini di sana,” ujar pria kelahiran Pemalang, Jawa Tengah, 54 tahun lalu, ini.

Djatmiko mengaku  terpanggil untuk melestarikan masakan khas Samarinda dengan membuka usaha ini. Diharapkan masyarakat Indonesia lebih mengenal kuliner nusantara bercita rasa gurih dan lezat ini.

“Alhamdulillah banyak yang beli ya. Kalau warga Jakarta biasanya beli nasi kuning khas Samarinda ini karena penasaran. Nah, kalau dirasa enak dan sesuai seleranya, mereka balik lagi,” ujarnya.

Tapi menurutnya, ada juga warga Kalimantan yang tinggal di Jakarta kerap membeli nasi kuning Samarinda ini di kedainya.

“Kalau orang Kalimantan, biasanya pas lewat jalan ini lihat kedai ini langsung berhenti dan beli nasi kuning ini. Mereka bilang rasa kangen kampung, terobati. Kadang nostalgia mereka bersama keluarganya makan nasi kuning di sini,” ungkap Djatmiko.

Hasan Syarief, seorang penikmat nasi kuning mengaku sudah tiga kali berkunjung ke kedai ini untuk menikmati kuliner khas daerahnya.

“Di Jakarta ini agak susah cari nasi kuning Samarinda, jadi biasanya istri saya yang bikin. Tapi ternyata di Brigif ada yang jual, ya mending beli saja, kangen kampung terobati. Rasa nasi kuningnya gurih, khas daerah saya ini,” ujar Hasan yang merupakan warga Samarinda yang telah lama tinggal di Ciracas, Jakarta Timur ini.

Adapun Safitri, seorang pembeli mengaku baru pertama kali makan nasi kuning Samarinda, tapi rasanya sangat gurih dan enak dengan taburan serundeng dan ikan gabus.

“Rasanya enak banget, beda dengan nasi kuning lainnya, seperti daerah Bandung kampung saya,” ujar Safitri ditemui di kedai itu.

Lihat juga...